Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Amerika Serikat
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) Rosan Roeslani menyampaikan sejumlah tindak lanjut konkret dari kesepakatan Agreement Reciprocal Tariff antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Beberapa poin implementasi disebut berada dalam lingkup Kementerian Investasi maupun Daya Anagata Nusantara (Danantara). Mengingat, Rosan juga menjabat sebagai CEO Danantara.
“Dari kesepakatan Agreement Reciprocal Tariff ini ada beberapa kegiatan yang memang menyangkut di Kementerian Investasi maupun di Danantara karena ada beberapa kesepakatan di antaranya adalah rencana pembelian 50 pesawat oleh Boeing yang nantinya kita akan bicarakan dengan Boeing, walaupun sudah ada pembicaraan awal dengan pihak Boeing dan ini akan kita lanjutkan,” ujar Rosan dalam keterangan pers secara daring yang dikutip oleh tvrinews.com, Jumat, 20 Februari 2026.
Ia menambahkan terdapat pula kesepakatan impor gas dan crude oil dengan nilai mencapai 15 miliar dolar AS per tahun. Selain itu, kedua negara juga sepakat meningkatkan kerja sama ekonomi, khususnya di bidang investasi.
“Ada kesepakatan untuk melakukan impor gas dan crude oil nilainya 15 miliar dolar per tahunnya dan juga adanya rencana untuk lebih meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi terutama di dalam hal ini di bidang investasi,” ucap Rosan.
Rosan mengungkapkan pembicaraan mengenai sejumlah proyek investasi juga sudah mulai berjalan. Beberapa di antaranya masih dalam tahap penjajakan atau on the pipeline, mencakup sektor oil and gas maupun bidang lainnya.
“Kita juga sudah memulai pembicaraan adanya beberapa kemungkinan investasi on the pipeline yang menyangkut di beberapa bidang baik itu di bidang oil and gas maupun di bidang-bidang lainnya. Nah apa mungkin itu yang menyangkut dua hal yang memang implementasinya berada di dalam Danantara, ruang lingkup Danantara sebetulnya,” ucap Rosan.
Sebelumnya, hubungan dagang Indonesia dan Amerika Serikat memasuki fase baru setelah Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump meresmikan kesepakatan pembebasan tarif bea masuk bagi ribuan produk ekspor. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam dokumen Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance.
Menteri Koordinator Bidang Pereknomian Airlangga Hartarto menjelaskan sedikitnya 1.819 pos tarif produk Indonesia kini memperoleh fasilitas tarif 0 persen di pasar Amerika Serikat.
"Baik itu sektor pertanian maupun industri, mencakup minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, hingga komponen elektronik seperti semikonduktor dan bagian pesawat terbang, kini dikenakan tarif 0 persen," tutur Airlangga.
Amerika Serikat juga memberikan skema khusus berupa Tariff Rate Quota (TRQ) untuk sektor tekstil dan pakaian jadi Indonesia. Kebijakan ini dinilai penting karena sektor tersebut menyerap jutaan tenaga kerja.
"Langkah ini memberikan manfaat langsung bagi sekitar 4 juta pekerja di sektor tekstil. Jika dikalkulasi bersama keluarga mereka, kebijakan ini berdampak positif bagi kesejahteraan 20 juta warga Indonesia," kata Airlangga.
Sebagai bagian dari kemitraan timbal balik, Indonesia juga memberikan fasilitas tarif nol persen bagi sejumlah produk unggulan Amerika Serikat, termasuk gandum dan kedelai. Kebijakan ini bertujuan menjaga stabilitas harga pangan domestik.
"Masyarakat Indonesia tidak lagi dibebani biaya tambahan untuk bahan baku impor dari Amerika Serikat. Ini memastikan harga produk turunan kedelai dan gandum tetap terjangkau di pasar domestik," ujar Airlangga.
Editor: Redaktur TVRINews





