IHSG Lesu di Awal Ramadan, Analis Nilai Pola Sideways Bulan Ini Wajar

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,43 persen ke level 8.274,08 pada Kamis (19/2/2026), bertepatan dengan hari pertama Ramadan.

IHSG Lesu di Awal Ramadan, Analis Nilai Pola Sideways Bulan Ini Wajar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,43 persen ke level 8.274,08 pada Kamis (19/2/2026), bertepatan dengan hari pertama Ramadan.

Meski berada di zona merah, nilai transaksi tetap tergolong tinggi, mencapai sekitar Rp26 triliun.

Baca Juga:
Chandra Asri (TPIA) Sebut Progres Pabrik CA-EDC Sudah 50 Persen, Ditargetkan Beroperasi Awal 2027

Pada Jumat (20/2), IHSG kembali bergerak lesu dan berfluktuasi cepat dari zona hijau ke merah.

Hingga pukul 10.24 WIB, IHSG tercatat melemah 0,12 persen ke level 8.264,09. Nilai transaksi mencapai Rp8,47 triliun, dengan 409 saham melemah, 259 saham menguat, dan 290 saham lainnya stagnan.

Baca Juga:
Harga Logam Dasar Menguat, Tren Dinilai Cenderung Sideways

Analis Kiwoom Sekuritas menilai, pada Kamis (19/2), minat pelaku pasar tidak memudar di awal bulan puasa.

“Secara historis, aktivitas perdagangan memang cenderung melambat selama Ramadan. Karena itu, pergerakan IHSG yang sideways dalam sebulan ke depan merupakan hal yang sepenuhnya normal,” tulis Kiwoom Sekuritas dalam risetnya.

Baca Juga:
BRI Sebut Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan Permintaan

Dari sisi sentimen, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen pada Kamis (19/2). Sementara itu, rupiah ditutup di kisaran Rp16.888 per dolar AS.

Secara teknikal, pada Kamis, IHSG sempat menyentuh level tertinggi intraday 8.376, namun tertahan di area resistance moving average (MA-20).

Penolakan tersebut memicu pembentukan pola candlestick menyerupai dark cloud cover, yang mengindikasikan potensi konsolidasi lanjutan menuju area support MA-10 di sekitar 8.170.

Kiwoom Sekuritas menyarankan pelaku pasar mencermati saham atau sektor yang mendapat sentimen positif, baik dari dinamika global maupun domestik seperti musim rilis kinerja.

Dalam kondisi momentum yang belum menentu, kata Kiwoom, strategi average up secara bertahap dinilai lebih bijak untuk diterapkan. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jakarta Diguyur Hujan Sejak Dini Hari, 61 RT Kebanjiran
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Baru 32,52 Persen Pejabat Lapor Harta Periode 2025, KPK Ingatkan LHKPN Bukan Formalitas
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Hadiri KTT Perdana BoP di Washington
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Pesawat Pelita Air Rute Long Bawan-Tarakan Jatuh di Nunukan, Ditemukan dalam Kondisi Terbakar
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
6 Keistimewaan Puasa Ramadhan yang tidak Dimiliki Umat Nabi Selain Muhammad
• 32 menit lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.