6 Keistimewaan Puasa Ramadhan yang tidak Dimiliki Umat Nabi Selain Muhammad

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Di Rutan Baturaja, warga binaan belajar bahwa jeruji besi bukanlah penghalang untuk menjadi ahli ibadah, sekaligus memahami mengapa puasa Ramadhan adalah bentuk manajemen diri yang paling paripurna bagi umat Nabi Muhammad SAW.

Ada pemandangan berbeda di Masjid Al-Ikhlas, Rumah Tahanan Negara Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah ini.

Baca Juga
  • Ibu Hamil Mau Puasa, Bolehkah? Ini Jawaban Dokter
  • Komisi IV Dorong Solusi Cepat Atasi Overkapasitas TPPAS Sarimukti
  • Dewan Perdamaian untuk Gaza Bertemu di Washington, Hamas: Akhiri Pendudukan Israel

Warga binaan pemasyarakatan (WBP) duduk dengan khusyuk, mendengarkan penjelasan tentang ilmu fiqih puasa dari penyuluh agama profesional yang didatangkan dari Kantor Kementerian Agama OKU. Mereka belajar hukum-hukum puasa, tata cara shalat, dan kajian terkait Ramadhan untuk menyempurnakan ibadah.

Kepala Rutan Kelas IIB Baturaja, Fitri Yady, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan, membentuk karakter agamis, dan memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk memperbaiki diri.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Pembinaan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman agama, membentuk karakter yang lebih baik, dan memberikan kesempatan bertobat bagi warga binaan," katanya di Baturaja, Jumat.

Fokus utama dari pertemuan ini adalah memberikan pemahaman literasi agama yang kuat mengenai tata cara beribadah puasa yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Materi yang disampaikan mencakup syarat sah, rukun puasa, hingga hal-hal mikro yang berpotensi membatalkan ibadah puasa.

"Kami menyadari bahwa banyak warga binaan yang memiliki keinginan besar untuk berubah, namun seringkali terkendala oleh kurangnya akses terhadap ilmu agama yang mendasar dan benar secara teknis," ujarnya.

Penjelasan dilakukan secara interaktif, di mana warga binaan diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai problematika ibadah yang sering kali mereka temui dalam kehidupan sehari-hari di dalam blok penjara.

Rudi, salah seorang warga binaan, mengaku senang mengikuti program tersebut. "Sangat bermanfaat, karena selain mengisi waktu luang, kegiatan ini juga dapat mengubah perilaku menjadi lebih baik lagi," katanya.

Fitri Yady menegaskan bahwa program ini diharapkan menjadi katalisator perubahan perilaku dan membawa perubahan besar bagi warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik setelah bebas nanti.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jangan Renovasi Dulu, Coba Evaluasi Desain Interior Anda!
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Terkuak di Sidang, WN China Terdakwa Kasus Tambang Emas Ketapang Kerap Gunakan Bahan Peledak
• 5 jam laludisway.id
thumb
Kopi Makin Mahal! Gelombang Panas Rusak Kebun di 5 Negara Pemasok Terbesar Dunia, Termasuk Indonesia
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kisah Heroik Serma Durman, Anak Buah Luhut yang Berpuasa Sambil Bertempur saat Operasi Seroja
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Perkara Suap Hakim CPO, JPU Tuntut Junaedi Saibih 9 Tahun dan Denda Rp600 Juta
• 15 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.