Rupiah Pagi Ini Naik 13 Poin ke Rp16.881

metrotvnews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami penguatan.

Mengutip data Bloomberg, Jumat, 20 Februari 2026, rupiah hingga pukul 10.32 WIB berada di level Rp16.881 per USD. Mata uang Garuda tersebut naik 13 poin atau setara 0,08 persen dari Rp16.894 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp16.920 per USD. Mata uang Garuda tersebut justru turun sebanyak 41 poin atau setara 0,24 persen dari Rp16.879 per USD.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada hari ini akan bergerak secara fluktuatif, meski demikian rupiah diprediksi akan kembali melemah.

"Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.890 per USD hingga Rp16.930 per USD," jelas Ibrahim.
  Baca juga: Rupiah Bergerak ke Level Rp16.894/USD   Investor fokus pada risiko gejolak Timur Tengah
Ibrahim mengungkapkan, pergerakan kurs rupiah hari ini dipengaruhi oleh sentimen investor yang tetap fokus pada risiko gejolak Timur Tengah, setelah Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Iran gagal memenuhi tuntutan utama AS dalam pembicaraan, namun Washington mengatakan telah setuju untuk memberi Teheran waktu dua minggu untuk mengatasi kesenjangan antara kedua pihak.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump berhak menggunakan kekuatan jika diplomasi tidak berhasil menghentikan program nuklir Iran. Laporan media yang menyatakan peningkatan aktivitas militer dan angkatan laut di Teluk telah memperkuat persepsi pasar tentang kerentanan pasokan.

Risalah dari pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve menyoroti perbedaan pendapat di antara para pejabat mengenai apakah kenaikan suku bunga lebih lanjut masih diperlukan.

"Para pembuat kebijakan secara umum sepakat bahwa risiko inflasi tetap cenderung ke atas, tetapi berbeda pendapat tentang seberapa ketat kebijakan yang harus diterapkan dan berapa lama suku bunga harus tetap tinggi," jelas Ibrahim.

Para pedagang menurunkan ekspektasi mereka untuk penurunan suku bunga Fed tahun ini, meskipun kontrak berjangka dana Fed masih menunjukkan penurunan kemungkinan terjadi pada bulan Juni.

Investor sekarang menunggu data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS yang akan dirilis pada Jumat, indikator inflasi pilihan Fed, untuk mendapatkan arahan yang lebih jelas tentang kebijakan moneter.


(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
  Purbaya tolak usulan kenaikan tarif pajak
Di sisi lain, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menolak usulan Dana Moneter Internasional (IMF) agar Indonesia menaikkan Pajak Penghasilan (PPh) karyawan atau PPh 21 untuk menjaga defisit APBN tetap di bawah tiga persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Alasan menolak usulan IMF untuk menaikkan pajak karyawan karena defisit APBN pun masih di bawah tiga persen. 

Pemerintah tidak akan menaikkan tarif pajak sebelum ekonomi RI benar-benar kuat. Dibanding mengerek tarif pajak karyawan, pemerintah saat ini lebih fokus pada perluasan basis pajak dan penutupan kebocoran penerimaan dibanding menaikkan tarif pajak.

"Selain itu, pemerintah berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi agar penerimaan pajak meningkat secara alami dan defisit anggaran dapat ditekan," papar Ibrahim.

Dalam kajian fiskal jangka panjang, IMF menyarankan Indonesia mempertimbangkan peningkatan bertahap pajak karyawan sebagai salah satu sumber pendanaan untuk memperkuat investasi publik dan mendukung target pembangunan jangka panjang menuju Visi Emas 2045.

Dalam laporan tersebut, IMF menilai peningkatan investasi publik berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, namun membutuhkan sumber pembiayaan yang berkelanjutan.

Salah satu opsi yang disimulasikan adalah kenaikan pajak penghasilan tenaga kerja secara bertahap untuk mengurangi ketergantungan pada pembiayaan melalui defisit anggaran.

IMF juga mencatat defisit anggaran Indonesia pada 2025 berada di kisaran 2,92 persen terhadap PDB, mendekati batas maksimal 3 persen yang ditetapkan pemerintah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nenek Elina Tolak Damai, Laporan Dugaan Pemalsuan Surat Tanah Berharap Tetap Berjalan
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Jalan Daan Mogot Terendam Banjir 30 Cm akibat Hujan Deras
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Adira Finance (ADMF) Cetak Laba Rp1,54 Triliun pada 2025, Susut 14,68%
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Enam Kali Juara! Taylor Swift Pecahkan Rekor di IFPI Global Artist of the Year 2025
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Kebiasaan Kecil yang Bisa Menguras Energi Mentalmu
• 11 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.