Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo melampirkan figur kekuatan kapasitas produksi kendaraan komersial oleh sejumlah merek yang ada di dalam negeri.
Setidaknya ada tujuh pabrikan meliputi PT Suzuki Indomobil Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), PT Sokonindo Automobile (DFSK), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, dan PT Astra Daihatsu Motor.
Asosiasi menjelaskan, akumulasi kapasitas produksi terpasang untuk membuat kendaraan komersial jenis pick up dari seluruh pabrikan di atas telah mencapai 400 ribu unit per tahun. Namun, belum seluruhnya terealisasi secara optimal.
Mayoritas model yang diproduksi di Tanah Air adalah varian dengan penggerak 4x2 dan telah mengantongi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN lebih dari 40 persen. Kendaraan jenis ini masih menjadi andalan di sektor niaga.
Hal itu berkat dukungan layanan purna jual dari masing-masing merek yang sudah tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sedangkan, Gaikindo menerangkan bahwa jenis penggerak 4x4 juga dapat diproduksi, namun perlu waktu untuk persiapan produksinya.
Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika meyakini bahwa semua perusahaan kendaraan bermotor di Indonesia mampu untuk memenuhi kebutuhan mobilitas di dalam negeri. Meski dalam praktiknya dilakukan menyesuaikan dengan permintaan pasar.
"Sebenarnya anggota Gaikindo dan juga industri-industri pendukungnya, di antaranya industri komponen otomotif yang tergabung dalam GIAMM mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut," kata Putu dalam keterangan resmi, Jumat (20/2).
Gaikindo bersama GIAMM (Gabungan Industri Alat-alat Mobil & Motor) berharap anggotanya dapat dilibatkan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial dengan spesifikasi spesifik seperti penggerak 4x4 guna optimasi kapasitas produksi yang ada.
Sebab, industri otomotif adalah salah satu sektor strategis penopang pilar ekonomi nasional. Gaikindo membeberkan, setidaknya 1,5 juta orang terlibat pada industri otomotif yang saat ini perlu dilindungi di tengah melemahnya permintaan pasar domestik.





