Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama World Health Organization (WHO) resmi menandatangani Grant Agreement dan Joint Workplan WHO Biennium 2026–2027 sebagai upaya memperkuat pembangunan serta ketahanan sistem kesehatan nasional.
Kerja sama ini dirancang untuk mendukung pelaksanaan program kesehatan yang sejalan dengan WHO 14th General Programme of Work, Rencana Strategis Kementerian Kesehatan, RPJMN 2025–2029, serta enam pilar transformasi kesehatan. Melalui perjanjian tersebut, WHO Indonesia memberikan dukungan hibah senilai USD 14.859.366 dalam bentuk dana, barang, dan jasa untuk mendukung program kesehatan selama periode dua tahun ke depan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menyampaikan apresiasi atas kemitraan erat yang telah terjalin antara Kemenkes dan WHO. Ia menilai dukungan WHO selama ini berperan penting dalam memperkuat program promotif dan preventif, meningkatkan mutu layanan kesehatan, memperkokoh sistem ketahanan kesehatan, serta mendorong kebijakan berbasis bukti.
“Penandatanganan Grant Agreement dan Joint Workplan Biennium 2026–2027 merupakan langkah strategis untuk memastikan kesinambungan dukungan WHO terhadap prioritas pembangunan kesehatan nasional. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem kesehatan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Kunta dalam keterangan tertulis, Jumat, 20 Februari 2026.
Ia menegaskan, Kementerian Kesehatan berkomitmen mengoptimalkan pelaksanaan Joint Workplan melalui koordinasi intensif dengan seluruh unit teknis penerima hibah. Kemenkes juga berharap WHO terus memberikan dukungan teknis dan kebijakan, khususnya dalam penguatan kapasitas perencanaan, pemantauan, serta evaluasi program agar sejalan dengan indikator kinerja utama kementerian.
Melalui penandatanganan perjanjian ini, pemerintah berharap implementasi program yang telah disepakati dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Kerja sama tersebut juga diharapkan mendukung pencapaian target kesehatan nasional sekaligus tujuan pembangunan berkelanjutan.
Editor: Redaktur TVRINews





