RI Dapat Tarif Nol Persen untuk Produk Tekstil ke AS, Beri Manfaat 4 Juta Pekerja

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

AS memberlakukan tarif impor nol persen untuk produk tekstil Indonesia melalui mekanisme tariff-rate quota (TRQ).

RI Dapat Tarif Nol Persen untuk Produk Tekstil ke AS, Beri Manfaat 4 Juta Pekerja. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi meneken perjanjian perdagangan bersejarah antara kedua negara di Washington DC, pada Kamis (19/2/2026).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kerja sama Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang ditandatangani Indonesia dan Amerika Serikat akan memberikan manfaat signifikan bagi pekerja di sektor tekstil. 

Baca Juga:
Trump Sebut AS Akan Sumbang Rp169 Triliun untuk Dewan Perdamaian

Dalam perjanjian tersebut, AS memberikan tarif impor nol persen untuk produk tekstil dan pakaian jadi asal Indonesia.

Salah satu poin utama dalam dokumen tersebut adalah komitmen AS untuk memberlakukan tarif impor nol persen melalui mekanisme tariff-rate quota (TRQ), yang rincian teknisnya akan diatur lebih lanjut.

Baca Juga:
1.819 Produk RI Bebas Tarif Masuk Pasar AS Berlaku Efektif dalam 90 Hari

Pembebasan tarif impor ini diharapkan membuat produk tekstil dan pakaian jadi Indonesia lebih kompetitif di pasar AS dibanding negara lain. Dampaknya, kapasitas produksi berpotensi meningkat sekaligus menjaga penyerapan tenaga kerja di sektor tersebut.

"Hal ini tentunya memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini. Dan kalau kita hitung dengan keluarga, ini akan sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia," kata Airlangga dalam keterangannya.

Baca Juga:
AS Catat Defisit Perdagangan Barang Rp21.000 Triliun pada 2025, Rekor Tertinggi

Ia menambahkan bahwa kebijakan ini akan membantu industri tekstil dan pakaian jadi Indonesia memperluas penetrasi ke pasar AS, yang disebutnya berukuran sekitar 28 kali lebih besar dibanding pasar domestik Indonesia. Dalam jangka panjang, langkah ini diharapkan mampu mendorong peningkatan nilai ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) hingga 10 kali lipat dalam 10 tahun mendatang.

Baca Juga:
Perkuat Ekosistem Ekonomi Digital, RI-AS Sepakat Bebaskan Bea Masuk Transaksi Elektronik

"Indonesia merencanakan untuk mengembangkan ekspor industri tekstil dari sekitar USD4 miliar ke USD40 miliar dalam 10 tahun, jadi saya pikir pembukaan pasar ini sangat perlu untuk industri Indonesia," tutur Airlangga.

Kesepakatan ini merupakan hasil proses negosiasi intensif sejak pengumuman kebijakan tarif resiprokal AS pada April 2025. 

Awalnya Indonesia dikenakan tarif sebesar 32 persen oleh AS. Setelah proses negosiasi, disepakati tarif resiprokal 19 persen sebagai dasar. Namun, Indonesia berhasil mengamankan tarif 0-10 persen untuk produk tertentu melalui perjanjian.

(Febrina Ratna Iskana) 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Melemah di Tengah Upaya Purbaya Perluas Basis Pajak & Jaga Defisit APBN
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Polres Probolinggo buru pencuri koper wisman Thailand di Bromo
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSM Makassar 20 Februari 2026: Macan Kemayoran Kembali ke JIS
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Lima Negara Termasuk RI Bakal Terjunkan Pasukan ke Gaza
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
KPK Panggil PPK Dinkes Lampung Tengah Terkait Kasus Suap Bupati Ardito
• 2 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.