Jakarta (ANTARA) - PAM JAYA dan PALJAYA berkolaborasi merevitalisasi sarana mandi cuci kakus (MCK) komunal di RW 09, Kelurahan Manggrai, Jakarta Selatan, yang mengalami kerusakan pada bangunan dan sistem pendukungnya.
Direktur Operasional PAM JAYA Syahrul Hasan mengatakan perbaikan fasilitas komunal tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kualitas hidup warga Jakarta.
"Kebutuhan air bersih dan sanitasi yang layak adalah fondasi kesehatan masyarakat. Ketika fasilitas bersama diperbaiki dan dikelola dengan baik, dampaknya bukan hanya pada kenyamanan, tetapi juga pada kualitas lingkungan secara keseluruhan,” kata Syahrul di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, langkah kecil di tingkat lingkungan dapat memberikan dampak besar dalam jangka panjang, termasuk dalam menjaga kebersihan sungai dan mencegah pencemaran.
Sebelumnya, terdapat dua MCK yang sudah selesai direvitalisasi, yakni RT 14 dan RT 15 RW 09 Manggarai. Selain perbaikan bangunan, fasilitas tersebut kini dilengkapi sistem pengolahan limbah biopal agar limbah tidak lagi dibuang langsung ke saluran atau kali, sehingga lebih ramah lingkungan dan sesuai standar kesehatan.
Revitalisasi itu juga membawa nilai penting bagi warga, yakni dengan adanya fasilitas yang lebih layak dan sistem pengolahan limbah yang lebih baik, maka risiko pencemaran lingkungan dan paparan bakteri, seperti E. coli, dapat ditekan.
Melalui kolaborasi tersebut, PAM JAYA menegaskan komitmennya untuk terus mendukung lingkungan yang lebih sehat dan tertata.
Ke depannya, diharapkan tidak ada lagi fasilitas sanitasi yang rusak atau pembuangan limbah sembarangan, sehingga Jakarta dapat terus bergerak menuju kota global yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warganya.
Sementara itu, Direktur Utama PALJAYA Untung Suryadi menuturkan program revitalisasi tersebut juga merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
"MCK di RT 14 telah masuk dalam sistem pengolahan air limbah domestik terpusat. Limbah yang sebelumnya dibuang ke kali, kini dialirkan secara gravitasi menuju fasilitas pengolahan tersebut, sehingga tidak lagi mencemari lingkungan," ungkap Untung.
Baca juga: MCK komunal di Manggarai rampung direvitalisasi
Baca juga: Kejar target 100 persen ODF, Jakbar bangun toilet komunal di Tomang
Baca juga: PMI Jaktim tuntaskan pembangunan MCK Komunal di Jatinegara
Direktur Operasional PAM JAYA Syahrul Hasan mengatakan perbaikan fasilitas komunal tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kualitas hidup warga Jakarta.
"Kebutuhan air bersih dan sanitasi yang layak adalah fondasi kesehatan masyarakat. Ketika fasilitas bersama diperbaiki dan dikelola dengan baik, dampaknya bukan hanya pada kenyamanan, tetapi juga pada kualitas lingkungan secara keseluruhan,” kata Syahrul di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, langkah kecil di tingkat lingkungan dapat memberikan dampak besar dalam jangka panjang, termasuk dalam menjaga kebersihan sungai dan mencegah pencemaran.
Sebelumnya, terdapat dua MCK yang sudah selesai direvitalisasi, yakni RT 14 dan RT 15 RW 09 Manggarai. Selain perbaikan bangunan, fasilitas tersebut kini dilengkapi sistem pengolahan limbah biopal agar limbah tidak lagi dibuang langsung ke saluran atau kali, sehingga lebih ramah lingkungan dan sesuai standar kesehatan.
Revitalisasi itu juga membawa nilai penting bagi warga, yakni dengan adanya fasilitas yang lebih layak dan sistem pengolahan limbah yang lebih baik, maka risiko pencemaran lingkungan dan paparan bakteri, seperti E. coli, dapat ditekan.
Melalui kolaborasi tersebut, PAM JAYA menegaskan komitmennya untuk terus mendukung lingkungan yang lebih sehat dan tertata.
Ke depannya, diharapkan tidak ada lagi fasilitas sanitasi yang rusak atau pembuangan limbah sembarangan, sehingga Jakarta dapat terus bergerak menuju kota global yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warganya.
Sementara itu, Direktur Utama PALJAYA Untung Suryadi menuturkan program revitalisasi tersebut juga merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
"MCK di RT 14 telah masuk dalam sistem pengolahan air limbah domestik terpusat. Limbah yang sebelumnya dibuang ke kali, kini dialirkan secara gravitasi menuju fasilitas pengolahan tersebut, sehingga tidak lagi mencemari lingkungan," ungkap Untung.
Baca juga: MCK komunal di Manggarai rampung direvitalisasi
Baca juga: Kejar target 100 persen ODF, Jakbar bangun toilet komunal di Tomang
Baca juga: PMI Jaktim tuntaskan pembangunan MCK Komunal di Jatinegara





