Tarif Nol Persen untuk Ribuan Produk Indonesia, Pemerintah Siapkan Skema Perlindungan

wartaekonomi.co.id
13 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kesepakatan dagang terbaru antara Indonesia dan Amerika Serikat membuka babak baru hubungan ekonomi kedua negara. Melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang diteken di Washington, D.C., akses pasar bagi ribuan produk Indonesia resmi diperluas.

Penandatanganan perjanjian tersebut dilakukan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump pada Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

Momen itu berlangsung dalam rangkaian agenda kunjungan kerja Prabowo di Amerika Serikat yang juga mencakup pertemuan bilateral dan negosiasi tarif dagang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, terdapat 1.819 pos tarif produk Indonesia yang mendapat fasilitas bea masuk nol persen. Produk yang tercakup meliputi sektor pertanian hingga industri berteknologi tinggi.

“Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik itu pertanian maupun industri, antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang, yang tarifnya adalah 0 persen,” kata Airlangga.

Skema ini memberi peluang ekspor lebih kompetitif di pasar Amerika Serikat. Sejumlah komoditas unggulan Indonesia kini memperoleh keunggulan harga dibanding periode sebelumnya.

Untuk sektor tekstil dan pakaian jadi, fasilitas diberikan melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ). Skema tersebut memungkinkan tarif nol persen dalam kuota tertentu yang disepakati kedua negara.

“ Tentunya ini memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini dan kalau kita hitung dengan keluarga, ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia,” ujar Airlangga.

Di sisi lain, kesepakatan ini juga memuat komitmen timbal balik dari Indonesia. Pemerintah menyatakan akan memberikan fasilitas tarif bagi sejumlah produk asal Amerika Serikat.

Komoditas seperti gandum dan kedelai termasuk dalam daftar yang memperoleh tarif nol persen. Kebijakan tersebut berdampak pada bahan baku industri pangan dalam negeri.

“Sehingga masyarakat Indonesia membayar 0% untuk barang yang diproduksi dari soybean ataupun wheat, dalam hal ini noodle ataupun dalam bentuk tahu dan tempe,” kata dia.

Selain sektor barang fisik, kedua negara juga sepakat mengikuti posisi dalam forum World Trade Organization (WTO) terkait transaksi ekonomi elektronik. Artinya, tidak ada bea masuk atas arus perdagangan digital.

Indonesia juga menyatakan dukungan terhadap transfer data lintas batas secara terbatas sesuai regulasi nasional. Pada saat yang sama, Amerika Serikat mengakui komitmen perlindungan data konsumen yang setara dengan standar Indonesia.

Di balik terbukanya akses tarif nol persen untuk 1.819 produk Indonesia, pemerintah menyiapkan mekanisme pengamanan perdagangan. Instrumen ini dirancang untuk mengantisipasi lonjakan arus barang yang tidak wajar akibat liberalisasi tarif.

Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat membentuk board of council sebagai forum bilateral pengawasan perdagangan. Forum tersebut menjadi jalur awal jika terjadi lonjakan impor atau ekspor yang dinilai tidak normal.

“Iya. Jadi yang pertama terkait dengan mekanisme, karena kita membentuk board of council. Jadi kalau ada lonjakan impor dari kedua negara yang dianggap tidak normal atau dengan harga yang tidak umum, nah itu tentu berlaku regulasi seperti di WTO, dumping dan yang lain.

Namun sebelumnya dibawa dulu ke board of council. Jadi kita sudah punya mekanisme dengan Amerika sehingga tentunya akses pasar bagi barang Amerika. Demikian pula akses pasar untuk barang Indonesia yang melonjak ekspornya ke Amerika. Jadi sudah ada mekanisme.” Ujarnya.

Menurutnya, pendekatan ini bersifat dua arah dan tidak hanya melindungi industri dalam negeri dari banjir impor. Mekanisme yang sama juga berlaku apabila ekspor Indonesia ke Amerika Serikat meningkat tajam.

Jika ditemukan indikasi praktik dumping atau pelanggaran harga, kedua negara tetap merujuk pada ketentuan WTO. Dengan demikian, perluasan akses pasar tetap berada dalam koridor hukum perdagangan internasional.

Pemerintah juga akan menerapkan strategic trade management untuk memastikan arus barang tidak disalahgunakan. Kebijakan ini melengkapi kemudahan perizinan impor dan penyederhanaan standar barang industri maupun pertanian asal AS.

“Indonesia juga komitmen untuk mengurangi hambatan tarif dan non-tarif, dan juga memberikan kepastian terutama di sektor ICT, kesehatan, dan farmasi,” kata Airlangga.

Perjanjian ART akan mulai berlaku 90 hari setelah proses hukum di masing-masing negara diselesaikan. Pemerintah Indonesia juga berencana berkonsultasi dengan DPR sebelum implementasi penuh dilakukan.

Baca Juga: Tekstil Indonesia Dapat Tarif 0% dari AS, Target Ekspor Melonjak 10 Kali Lipat

Dalam dokumen tersebut, kedua pihak memiliki ruang untuk melakukan perubahan melalui kesepakatan tertulis. Bahkan terdapat peluang penyesuaian tarif lebih rendah yang akan dibahas dalam Council Board yang akan dibentuk.

Kunjungan Prabowo ke Washington kali ini tidak hanya menandai penguatan hubungan diplomatik, tetapi juga restrukturisasi kerja sama ekonomi bilateral. Kesepakatan ART menjadi fondasi baru dalam arsitektur perdagangan Indonesia–Amerika Serikat dengan kombinasi akses pasar luas dan mekanisme pengamanan terukur.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Komandan ISF di Gaza, Komisi I DPR: Bukti Kepercayaan Dunia pada TNI
• 11 jam lalusuara.com
thumb
Richard Lee Jalani Pemeriksaan 12 Jam, Doktif Ungkap Interaksinya
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Beraksi di 10 Lokasi, Begal Motor di Makassar Akhirnya Ditangkap Polisi | KOMPAS MALAM
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Enam Kali Juara! Taylor Swift Pecahkan Rekor di IFPI Global Artist of the Year 2025
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Kapal Induk Kedua AS Mendekat ke Timteng, Trump: Hal Buruk Akan Terjadi jika Perundingan Gagal
• 10 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.