Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Nopta Histaris Suzan mengungkap kondisi palang pintu dan sirene di perlintasan saat terjadi kecelakaan Bandara Soekarno-Hatta dengan truk pengangkut sekoci di perlintasan Stasiun Poris, Kota Tangerang, Jumat, (20/2).
Nopta mengatakan, berdasarkan keterangan saksi dan rekaman CCTV menunjukkan palang belum tertutup ketika truk melintas. Meski demikian, sirine peringatan telah diaktifkan oleh petugas jaga.
“Dari keterangan saksi, sopir, ataupun kami melihat langsung dari CCTV yang ada di lokasi, artinya palang pintu belum ada upaya penutupan, ya. Masih terbuka lebar dan di CCTV juga jelas apa yang sudah terjadi sebelum ditutup itu sudah kami lihat langsung dari rekaman,” katanya kepada wartawan, Jumat (20/2).
Berdasarkan keterangan dari petugas jaga, sudah dilakukan upaya untuk memberi tahu masinis. Sirine juga sudah dibunyikan untuk mengingatkan para pengendara.
"Tapi ada upaya untuk tidak diindahkan daripada kendaraan dan juga memang satu sisi kendaraan melihat palang pintu belum ditutup. Jadi memang nanti kita harus dalami dan kita laporkan perkembangannya," ucapnya.
Badan Belakang Tersangkut di Rel
Sebelumnya Kapolres Metro Tangerang Kota Raden Muhammad Jauhari mengatakan, peristiwa kecelakaan tersebut terjadi pukul 06.05 WIB. Saat itu kereta dari arah Stasiun Manggarai, Jakarta, menuju Stasiun Bandara Soetta.
Begitu sampai di perlintasan Stasiun Poris, Tangerang, ada truk yang tersangkut di perlintasan hingga kecelakaan tak terhindarkan.
"Mobil (truk) ini berangkat dari arah Cipondoh, hendak ke Daan Mogot. Lalu, pada saat lintasan kereta api bergerak, mobil masuk ke lintasan kereta api, yang mana kepala mobil sudah melalui rel kereta namun badan (mobil) masih tertinggal," ucap Raden kepada wartawan, Jumat (20/2).
Alhasil badan truk tertabrak kereta api dan sempat terseret kurang lebih sejauh 100 meter dari lintasan kereta api.
"Truk terseret hingga 100 meter. Namun dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa," katanya.
Saat ini pihaknya dan jajaran Dinas Perhubungan Kota Tangerang, serta KAI tengah melakukan evakuasi pada badan truk dan menerapkan rekayasa lalu lintas.




