PT Agrinas Pangan Nusantara akan mengimpor 105 ribu unit mobil pick up untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Putu Juli Ardika menyatakan perusahaan bermotor Indonesia mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Ia mengatakan anggota Gaikindo dan juga industri-industri pendukungnya, diantaranya industri komponen otomotif yang tergabung dalam GIAMM mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
“Namun memang diperlukan waktu yang memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi,” ungkap Putu Juli dalam keterangannya, Jumat (20/2).
Bila diberi kesempatan dan waktu yang memadai, maka anggota GAIKINDO dan Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor (GIAMM) diharapkan bisa ikut berpartisipasi untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial itu.
“Serta menghindari terjadinya pengurangan tenaga kerja yang saat ini berpotensi cukup tinggi karena penurunan permintaan pasar dalam negeri selama beberapa tahun belakangan,” kata dia.
Ia mencatat Gaikindo saat ini beranggotakan 61 perusahaan otomotif dengan total kapasitas produksi 2,5 juta unit kendaraan bermotor roda empat atau pun lebih. Kendaraan komersial pick-up pun selama ini diproduksi oleh beberapa perusahaan anggotanya, di antaranya:
- PT Suzuki Indomobil Motor
- PT Isuzu Astra Motor Indonesia
- PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor
- PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors)
- PT Sokonindo Automobile (DFSK)
- PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)
- PT Astra Daihatsu Motor
Secara keseluruhan anggota-anggota Gaikindo tersebut mempunyai kapasitas produksi untuk jenis kendaraan pick-up mencapai lebih dari 400.000 unit per-tahun yang hingga kini disebut Putu belum dapat dipergunakan secara optimal.
Kendaraan-kendaraan yang diproduksi itu umumnya adalah kendaraan dengan penggerak 4x2, dan kendaraan-kendaraan tersebut ini sudah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang cukup tinggi, mencapai lebih dari 40%.
Kendaraan-kendaraan komersial penggerak 4x2 atau jenis pick-up tersebut telah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat diseluruh pelosok tanah air. “Sedangkan untuk kendaraan jenis penggerak 4x4 juga dapat diproduksi, namun memerlukan waktu untuk persiapan produksinya,” kata dia.
Putu mencatat total pekerja di ekosistem industri ini mencapai 1,5 juta orang. Selama beberapa tahun belakangan ini penjualan kendaraan bermotor dalam negeri sedang tertekan, mencatat angka penjualan dibawah 1 juta unit dalam kurun waktu satu tahun. Namun, angka eksport kendaraan bermotor dari Indonesia ke-93 negara, dapat mencapai lebih dari 518,000 unit.




