Freeport McMoRan mengantongi perpanjangan hak operasi tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua hingga 2061. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, kesepakatan tersebut membuka jalan bagi peningkatan investasi Freeport di Indonesia sekitar US$ 20 miliar (Rp 337,6 triliun, kurs Rp 16.880/US$) dalam 20 tahun ke depan.
“Pihak Freeport bisa meningkatkan investasinya kurang lebih dalam 20 tahun ke depan nilainya US$ 20 miliar dan ini juga akan memberikan dampak yang positif, baik dari segi penerimaan pajak dan yang lain-lainnya,” kata Rosan dalam konferensi pers secara daring, Jumat (20/2).
Rosan mengatakan, dalam waktu dekat kesepakatan ini akan ditindaklanjuti menjadi definitive agreement.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pengembangan mineral kritis atau critical mineral menjadi salah satu pilar utama kesepakatan ekonomi bilateral antara RI dengan Amerika Serikat.
“Di samping perdagangan dan investasi lainnya, terdapat pengembangan critical mineral, yaitu perpanjangan (kontrak) Freeport McMoRan dari 2041 sampai 2061,” kata Airlangga.
Pemerintah menilai investasi lanjutan Freeport ini strategis karena sejalan dengan agenda hilirisasi dan penguatan rantai pasok mineral kritis, yang juga menjadi perhatian utama Amerika Serikat. Menurut pemerintah, kerja sama ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, khususnya untuk kebutuhan industri teknologi dan energi masa depan.
Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo mengatakan, implementasi kerja sama Freeport akan dikoordinasikan melalui jaringan perwakilan RI di AS. Untuk sektor pertambangan Freeport yang beririsan dengan wilayah Arizona, koordinasi akan dilakukan melalui Konsulat Jenderal RI di Los Angeles.
Kesepakatan Freeport ini merupakan bagian dari paket besar kerja sama ekonomi Indonesia-AS yang juga mencakup penandatanganan Agreement of Reciprocal Trade ‘Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance’, yang diteken langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.
Perpanjangan Kontrak Freeport Tambah Penerimaan NegaraSebelumnya, Freeport-McMoRan mengantongi perpanjangan hak operasi tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua hingga 2041.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) akan menambah penerimaan negara mencapai puluhan triliun rupiah setiap tahun. IUPK merupakan kontrak yang harus dimiliki PTFI agar bisa melakukan kegiatan penambangan di Grasberg, Papua Tengah.
“Dengan (perpanjangan) ini, keberlanjutan kontribusi kepada negara diperkirakan Rp 90 triliun per tahun,” kata Tony dalam keterangan resminya, Kamis (19/2).
Selain penerimaan negara, Tony menyebut perpanjangan IUPK setelah 2041 akan menambah pendapatan Rp 14 triliun per tahun bagi pemerintah daerah. Perpanjangan ini juga memberikan kepastian keberlanjutan sekitar 30 ribu tenaga kerja serta program pengembangan masyarakat sekitar Rp 2 triliun per tahun.
“Keseluruhan ini adalah sesuai dengan amanat UUD 1945, yaitu sumber daya alam dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat,” ujarnya.




