Hidup Berdampingan dengan Asam Lambung, Gen Z Mengaku Sulit Tinggalkan Kopi

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Kebiasaan menyeruput kopi untuk memulai hari kini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari gaya hidup banyak orang Indonesia.

Minuman berkafein ini dipercaya mampu mengusir kantuk dan meningkatkan fokus, baik di bangku kuliah maupun di tempat kerja.

Tak hanya kalangan dewasa, tren minum kopi juga digandrungi generasi muda. Namun, di balik manfaatnya sebagai “booster” energi, konsumsi kopi setiap hari tetap menyimpan risiko kesehatan, terutama bagi pengidap asam lambung dan hipertensi.

Baca juga: Cerita Gen Z Candu Minum Kopi: Rela Rogoh Jutaan Rupiah Per Bulan hingga Kurangi Uang Makan

Salah satunya dirasakan Dhanty (26), warga Jakarta Selatan, yang mengaku membutuhkan satu hingga dua gelas kopi susu setiap hari agar tetap fokus bekerja.

“Pokoknya kopi adalah solusi jangka pendek yang dapat memberikan reaksi lebih cepat untuk lebih fokus kerja,” ucap Dhanty ketika diwawancarai di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (19/2/2026).

Dhanty mulai rutin minum kopi sejak 2021 saat masih kuliah dan kerap begadang menyelesaikan tugas. Kebiasaan itu sempat berkurang pada 2023 setelah ia lulus.

Tetap minum kopi meski sakit

Namun, saat mulai bekerja pada 2024 dengan beban tanggung jawab yang lebih besar, konsumsi kopi kembali meningkat.

Di tahun yang sama, Dhanty didiagnosis mengalami penyakit asam lambung. Kondisi tersebut diperparah kebiasaan telat makan dan kembali rutinnya konsumsi kopi.

“Terus semakin lama kerja, mulai rutin kopi lagi jadi aku beberapa kali asam lambung kumat, karena suka lupa belum makan sudah ngopi,” sambung dia.

Meski demikian, Dhanty mengaku belum bisa menghilangkan kebiasaan minum kopinya setiap hari. Dhanty merasa kopi bukan penyebab utama gangguan lambungnya.

Ia menilai, bisa membantunya lebih produktif dalam menyelesaikan pekerjaan. Menurut dia, selama pola makan teratur, gejala tidak akan kambuh meski tetap minum kopi setiap hari.

Baca juga: Kisah Penyandang Disabilitas yang Berdaya di Balik Secangkir Kopi Kamu

Berusaha kurangi kopi

Dhanty mengaku sempat berupaya mengurangi konsumsi kopi. Bahkan pada 2024, saat sudah mengalami gangguan lambung, ia sempat mengonsumsi hingga lima gelas per hari.

Ia juga pernah mencoba kopi dengan kadar kafein lebih tinggi untuk menguji daya tahan lambungnya.

“Aku pernah cobain extra shoot ternyata aku enggak kuat lambungnya, sampai aku hampir pingsan dan itu kayak ngelakuin trial and error,” ucap dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dari pengalaman tersebut, Dhanty menyimpulkan tubuhnya hanya mampu menerima satu hingga dua gelas kopi per hari tanpa menimbulkan rasa perih di lambung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ciputra Life Bayar Klaim Rp146 Miliar di 2025 Imbas Inflasi Medis
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
MUI Larang Keras Masyarakat Razia Warung Makan yang Operasi di Siang Hari Selama Ramadhan
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Mudik Lebaran 2026: Ada Kebijakan WFA untuk Urai Kemacetan 144 Juta Orang
• 7 jam lalumatamata.com
thumb
10 Negara Puasa Tercepat di Dunia, Ada yang Cuma 11 Jam
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Jadwal Buka Puasa di Kota Medan Jumat, 20 Februari 2026
• 7 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.