Paris: Pemerintah Prancis menyatakan keberatan atas keputusan Komisi Eropa yang mengirimkan perwakilannya ke konferensi tingkat tinggi Board of Peace di Washington, Amerika Serikat pada Kamis, 19 Februari 2026.
Paris menilai Komisi Eropa tidak memiliki mandat resmi untuk mewakili negara-negara anggota Uni Eropa (UE) dalam KTT Board of Peace.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis, Pascal Confavreux, mengatakan Prancis tidak akan berpartisipasi dalam dewan bentukan Presiden AS Donald Trump itu sampai terdapat kejelasan mengenai mandat dan perannya. Ia menegaskan forum tersebut seharusnya berfokus pada situasi di Gaza sesuai resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Terkait partisipasi Komisi Eropa, kami terkejut karena lembaga tersebut tidak memiliki mandat dari Dewan Uni Eropa untuk ikut serta dalam pertemuan ini,” kata Confavreux kepada wartawan, seperti dikutip AsiaOne, Jumat, 20 Februari 2026.
Sebagian besar pemerintah Eropa memilih tidak mengirimkan perwakilan tingkat tinggi. Namun, Komisi Eropa tetap mengutus Komisaris Mediterania, Dubravka Suica, untuk menghadiri pertemuan tersebut. Melalui media sosial, Suica mengatakan kehadirannya bertujuan membantu mengoordinasikan langkah konkret bagi rakyat Palestina.
Sikap Prancis berbeda dengan beberapa negara sekutu lainnya. Inggris dan Jerman memilih mengirimkan duta besar sebagai pengamat, sementara Prancis tidak mengirimkan perwakilan sama sekali.
Seorang diplomat Belgia juga menyampaikan kekhawatiran bahwa inisiatif tersebut berpotensi dipolitisasi dan dapat melemahkan kredibilitas lembaga internasional.
“Sangat mengejutkan Komisi tetap hadir, mengingat banyak negara mempertanyakan inisiatif yang tampak berupaya menggantikan peran PBB ini,” ujarnya.
Sementara itu, Komisi Eropa membela keputusannya. Mereka menyatakan partisipasi Dubravka Suica sejalan dengan komitmen Uni Eropa untuk mendukung implementasi gencatan senjata serta upaya pemulihan dan rekonstruksi Gaza pascakonflik.
Pertemuan perdana Board of Peace dipimpin langsung oleh Presiden AS Donald Trump dan dihadiri perwakilan dari lebih dari 45 negara. Namun, perbedaan sikap di antara negara-negara Eropa mencerminkan adanya perbedaan pandangan terkait pendekatan diplomasi baru Washington dalam menangani konflik Timur Tengah. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Trump Umumkan Komitmen Global Rekonstruksi Gaza di KTT Perdana BoP




