Rencana TNI Kirim Pasukan ke Gaza, Pengamat: Transisi dari Diplomasi Pasif

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat militer dan pertahanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi berpandangan bahwa rencana kehadiran TNI di Gaza adalah bentuk transisi diplomasi Indonesia.

“Langkah pemerintah ini sangat berani dan merupakan transisi strategis dari diplomasi pasif yang selama ini hanya sebatas retorika kecaman dan pengiriman bantuan logistik,” kata Fahmi saat dihubungi, Jumat (20/2/2026).

Fahmi menilai, dengan mengirim pasukan ke Gaza, Indonesia kini akan menjadi aktor langsung dalam upaya pembangunan negara (state-building) di pusat konflik.

Baca juga: Langkah Perdana Indonesia di Board of Peace dan Harapan Perdamaian untuk Gaza

Menurut dia, keputusan tersebut tepat dan sejalan dengan amanat UUD 1945 untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Terkait kecaman, Fahmi menilai publik dan negara lain perlu melihat pengerahan tersebut secara objektif karena telah dipagari secara ketat.

Ia merujuk pada pernyataan Menteri Luar Negeri Sugiono di Dewan Keamanan PBB atau Board of Peace (BOP) yang menegaskan bahwa inisiatif itu harus selaras dengan Resolusi PBB 2803 dan bermuara pada Solusi Dua Negara (Two-State Solution).

“Selain itu, Kemlu juga sudah menerbitkan National Caveats (rambu-rambu nasional) yang memastikan operasi pasukan kita murni non-tempur (non-combat), fokus pada perlindungan sipil, dan mewajibkan persetujuan (consent) dari otoritas Palestina,” ujar Fahmi.

Baca juga: Mengenal ISF, Indonesia Jadi Wakil Komandan dan Siapkan 8.000 Prajurit ke Gaza

“Jadi, kita hadir bukan sebagai alat pendudukan pihak mana pun, melainkan sebagai penjamin keamanan bagi rakyat Gaza itu sendiri,” imbuh dia.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, Indonesia siap mengirim pasukan dalam jumlah besar untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF) yang akan ditugaskan di Gaza, Palestina.

Prabowo menuturkan, bila diperlukan, Indonesia akan mengirim lebih dari 8.000 orang untuk bergabung ke pasukan tersebut.

Komitmen ini disampaikan Prabowo dalam KTT Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Donald J. Trump US Institute of Peace di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

Baca juga: Prabowo Siap Kirim 8.000 Orang Gabung Pasukan ISF untuk Perdamaian Gaza

"Pencapaian gencatan senjata itu nyata, kami memuji hal ini. Dan oleh karena itu, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan sejumlah besar pasukan, hingga 8.000 atau lebih jika diperlukan," kata Prabowo, Kamis, dikutip dari tayangan Kompas TV.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Prabowo berharap, kehadiran pasukan Indonesia dapat turut berkontribusi dalam perdamaian dunia.

"Kami siap menyumbangkan pasukan untuk ikut serta secara aktif dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk menyukseskan perdamaian ini," ujar Prabowo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Profil Naykilla, Penyanyi Hipdut yang Bawa Tren Baru di Dunia Musik Indonesia
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Pertamina Patra Niaga Gelar Upskilling Konservasi Pesisir di Pulau Untung Jawa
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Anthony Joshua targetkan kembali ke ring Juli setelah kecelakaan fatal
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Pemkab Serang optimalkan TPS 3R dan bank sampah desa atasi sampah
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Rapat Board of Peace, Prabowo Siap Kerahkan 8.000 TNI jadi Pasukan ISF Jaga Perdamaian Palestina
• 8 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.