FAJAR, TORAJA UTARA – Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, secara resmi meresmikan patung Brigjen TNI (P) Mesach Frans Karangan. Lokasinya tepat di sudut Jembatan Malango hari ini.
Monumen ini hadir sebagai pengingat keberanian putra terbaik Toraja dalam menjaga kehormatan tanah kelahirannya. Siapa sebenarnya sang tokoh?
Momen bersejarah menyelimuti Bumi Pongtiku, Toraja Utara, pada Jumat siang (20/2/2026). Pemerintah Kabupaten Toraja Utara meresmikan monumen Brigjen TNI (P) Mesach Frans Karangan sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada tokoh militer yang sangat disegani tersebut.
Acara seremoni ini ditandai dengan pengguntingan pita merah putih oleh Bupati Frederik Victor Palimbong yang didampingi oleh Wakil Bupati Andrew Branch Silambi dan Ketua DPRD Hermin Sa’pang Matandung.
Pembangunan patung ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya simbolis untuk melestarikan semangat pengabdian.
Bupati menekankan bahwa monumen ini harus menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda agar terus berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa. Sebagaimana dedikasi yang telah dicontohkan oleh almarhum.
“Patung ini adalah simbol inspirasi agar masyarakat Toraja Utara terus berkarya. Ini penanda bahwa Tuhan mengaruniakan putra terbaik untuk menjaga kehormatan Toraja,” ujar Bupati Frederik dalam sambutannya.
Bupati juga menyinggung kalimat ikonik yang melekat pada sosok Mesach Frans Karangan, yaitu “Pena Melona Ne’ Karangan”. Kalimat tersebut dikenang sebagai motivasi untuk senantiasa menjadi berkat bagi sesama.
Sang Brigjen bukan hanya dikenal karena perjuangannya untuk skala nasional, tetapi juga karena peran vitalnya sebagai pahlawan lokal. Selalu menjaga martabat orang Toraja di tanah mereka sendiri.
Keberadaan monumen di lokasi strategis Jembatan Malango diharapkan menjadi pengingat harian bagi setiap warga yang melintas akan nilai-nilai patriotisme dan integritas yang dipegang teguh oleh Sang Brigjen semasa hidupnya.
Profil Singkat Frans Karangan
Brigadir Jenderal (Brigjen) Mesach Frans Karangan lebih dikenal dengan Frans Karangan. Namanya begitu melegenda di kalangan masyarakat Toraja. Dia adalah Jenderal TNI pertama asal Toraja.
Tutup usia pada tahun 1994, jenazah Frans Karangan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Buntu Lepong Rantepao. Namanya diabadikan pada sebuah Jalan di Kota Rantepao. Frans Karangan begitu terkenal pasca peristiwa 1953 dan 1958.
Frans adalah pejuang Toraja pada zaman pergolakan pemberontakan yang dilakukan oleh DI/TII setelah kemerdekaan di Sulawesi Selatan. (*)





