Warren Buffett Borong Saham The New York Times USD 351,7 Juta

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Warren Buffett memutuskan membeli 5,1 juta saham surat kabar The New York Times. Keputusan ini diambil pada kuartal terakhirnya memimpin Berkshire Hathaway Inc, yang dinilai sebagai tanda kepercayaan diri dan nostalgia dari seseorang yang memiliki ketertarikan mendalam dengan koran.

Dikutip dari Bloomberg, Jumat (20/2), Buffett memborong saham The New York Times dalam 3 bulan hingga Desember 2025. Saham yang dia borong senilai USD 351,7 juta pada akhir tahun.

Investasi Buffett di The Times tampak bermasalah beberapa minggu lalu. Saham jatuh paling banyak dalam 6 tahun pada 4 Februari usai laporan pendapatan triwulan menimbulkan kekhawatiran tentang pengeluaran, dan ditutup turun lebih dari 6 persen. Investor menaikkan kembali saham dalam beberapa hari terakhir, dan kini berada pada titik tertinggi sepanjang masa karena didorong oleh berita Buffett.

Buffett pada 2010 secara terbuka menyatakan menyesali penurunan sirkulasi dan pendapatan iklan untuk surat kabar. Pada 2019, ia menyatakan sebagian besar surat kabar sudah tamat dan dinilai tak dapat diselamatkan.

"Dunia telah berubah secara drastis,” kata Buffett dalam sebuah wawancara dengan Yahoo Finance saat itu.

The Times merupakan kisah sukses yang langka ketika media AS mengalami pengurangan karyawan dan transformasi besar-besaran. Sebagai salah satu surat kabar terkemuka di AS, The Times terus membangun basis pelanggan setia, menambah 450 ribu pelanggan digital baru pada kuartal terakhir, membawa total lebih dari 12 juta.

The Times yang dipimpin oleh CEO Meredith Kopit Levien menguntungkan dan melonjak. Pendapatan bersih melonjak 17% tahun lalu ke USD 344 juta, didorong oleh peningkatan pendapatan iklan sebesar 12 persen.

Peningkatan jumlah pelanggan sebagian didorong oleh diversifikasi ke permainan daring (game online) dan resep makanan. The Times juga melakukan dorongan besar ke arah video, yang oleh Levien dipandang sebagai peluang jangka panjang untuk menjadikan The Times sebagai "merek pilihan untuk menonton berita selain membaca dan mendengarkan berita".

Pencapaian The Times ini kontras dengan nasib buruk para pesaingnya di masa lalu. Surat kabar ternama seperti Los Angeles Times hingga Washington Post mengalami kerugian dan telah mem-PHK ratusan jurnalis dan staf administrasi untuk memangkas biaya. Teknologi baru seperti AI, pergeseran cara orang mengkonsumsi berita -- dari video TikTok ke podcast dan buletin individu -- dan serangan tanpa henti dari pemerintahan Presiden Donald Trump telah mengubah industri ini.

Trump mengajukan gugatan atas tuduhan pencemaran nama baik terhadap Times pada September 2025. Times sendiri juga menggugat OpenAI Inc., Microsoft Corp., dan Perplexity AI Inc., atas tuduhan menggunakan artikel berhak cipta dalam alat AI perusahaan-perusahaan itu.

Warren Buffett Bukan Orang Baru di Industri Media AS

Buffett bukanlah orang baru di industri media AS, khususnya di dunia surat kabar. Buffett mengalami pasang surutnya industri ini.

Salah satu kepemilikan surat kabar Buffett yang paling terkenal dan bertahan lama adalah investasinya di Washington Post Co. yang berlangsung selama lebih dari 40 tahun. Hubungan itu berakhir pada 2014 ketika Berkshire Hathaway melepas kepemilikan sahamnya sebesar 28 persen -- yang saat itu bernilai USD 1,1 miliar, ke Graham Holdings Co. yang merupakan perusahaan induk Post sebelumnya.

Buffett menjadi pemilik saham Post pada 1973 dekat dengan pendiri surat kabar ikonik itu, Katharine Graham, dan persahabatan mereka melegenda di kalangan investor.

Meski Berkshire menjual operasi surat kabarnya ke Lee Enterprises pada 2020 senilai USD 140 juta, mereka masih memiliki satu stasiun TV lokal, WPLG di Miami, yang diakuisisi pada 2014 dari Graham Goldings.

Keluarnya Buffett dari Washington Post terjadi tepat setelah surat kabar itu dijual ke CEO Amazon Jeff Bezos pada 2013. Bezos awalnya berupaya memperluas jangkauan Washington Post dengan menyuntikkan investasi yang dibutuhkan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, Washington Post harus melakukan pengurangan karena pendapatan iklan dan jumlah pelanggan menyusut.

Washington Post mem-PHK sekitar sepertiga stafnya awal bulan ini, menutup desk sport, bagian buku, dan podcast Post Reports. Sementara meja redaksi digital dan cetak akan digabung menjadi satu tim. Sejumlah biro luar negeri juga ditutup. CEO Washington Post, Will Lewis, mengundurkan diri beberapa hari setelahnya.

Times dikendalikan oleh keluarga Sulzberger juga pernah terancam. Di tengah krisis keuangan pada 2009, bisnis terhenti dan perusahaan menghadapi krisis pembiayaan ulang utang. Alih-alih menjual seperti yang dilakukan pemilik Wall Street Journal, Times menerima bantuan penting sebesar USD 250 juta dari miliarder Meksiko Carlos Slim, yang akhirnya menjadi pemegang saham individu terbesar surat kabar tersebut dengan sekitar 17% saham.

Slim kemudian menjual sekitar setengah dari kepemilikannya di Times pada 2017. Langkah itu dilakukan setelah mendapat keuntungan dari suku bunga tinggi atas pinjaman tersebut, yang dilunasi pada tahun 2011, beberapa tahun lebih cepat dari jadwal.

Karena pinjaman itu, Times mendapat ruang bernapas dan waktu untuk melakukan restrukturisasi, menyiapkan panggung untuk kekuatan digital yang telah dicapainya. Times saat ini memiliki aplikasi seluler yang didesain ulang dan banyak jurnalisme video dan audio, selain langganan berbayar terpisah atau gabungan untuk memasak, olahraga, dan permainan.

Model bisnis yang kuat dan unik ini telah mengalami pertumbuhan bahkan ketika para pesaingnya mengalami kesulitan.

“AI tidak akan menggantikan New York Times besok,” kata direktur pelaksana Huber Research Partners, Douglas Arthur, dalam sebuah wawancara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pria Tenggelam di Danau Sunter Barat Jakut Ditemukan Meninggal Dunia
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Hilangnya Danau Raksasa di Tibet Diduga Aktifkan Patahan Purba
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
KEK MNC Lido City Konsisten Dukung Kenyamanan Ibadah Warga, Program Peduli Masjid Terus Berlanjut
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Prabowo Usai Rapat Perdana BoP: Harus Bertekad Demi Perdamaian di Palestina
• 10 jam laludetik.com
thumb
Geger! 4 Bocah Diduga Dicabuli Remaja 18 Tahun di Tangsel, Korban Sempat Diberi Minuman Misterius
• 22 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.