Kasus Dugaan Oknum Guru SLB Yogya Lecehkan Siswinya Dilaporkan ke Polisi

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kasus dugaan oknum guru salah satu SLB di Kota Yogyakarta melecehkan siswinya dilaporkan ke Polresta Yogyakarta, pada Jumat (20/2).

"Pelaporan ini dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru di salah satu Sekolah Luar Biasa di Yogyakarta. Kami belum bisa menyebutkan (detail sekolah dan terduga pelaku) karena masih dalam proses oleh penyidik PPA," kata kuasa hukum korban, Hilmi Miftahzen.

Hilmi belum bisa mendetailkan kronologi kejadian karena masih dalam ranah penyelidikan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Yogyakarta.

"Kejadian (pelecehan) kalau tidak salah keterangan dari korban dan keluarga sebelum Desember 2025, jadi November dan Desember. Sekitar di dua bulan itu," ujarnya.

"Ada tindakan-tindakan yang kurang etis lah, tidak senonoh, yang itu dilakukan oleh oknum guru," bebernya.

Hilmi mengatakan anak-anak butuh hak pendidikan. Apa yang dilakukan oknum guru tersebut mengecewakan.

Korban saat ini mengalami trauma. Di sisi lain untuk menggali kronologi peristiwa secara detail cukup susah karena kondisi korban yang merupakan difabel.

"Korban ada trauma sedikit. Karena berkebutuhan khusus menggali fakta tanggal berapa dan lain sebagainya itu kesusahan," katanya.

Sementara itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Jogja, Ipda Apri Sawitri, mengatakan telah menerima laporan korban hari ini.

"(Laporannya) soal perbuatan cabul terhadap anak," kata Apri singkat.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) DIY , Suhirman, mengatakan pihaknya tengah menelusuri dugaan guru salah satu SLB di Kota Yogyakarta yang melecehkan siswinya.

"Informasi dari orang tua [siswi] begitu. Tapi kami juga akan mendalami secara detail supaya nanti tidak salah kami mengambil kebijakan," kata Suhirman melalui sambungan telepon, Kamis (19/2).

Suhirman mengatakan guru pria itu berstatus PNS.

"Kita nunggu klarifikasi awal. Setelah itu kepala sekolahnya kami tugaskan untuk melakukan pemeriksaan," ujarnya.

Hasil klarifikasi awal yang Suhirman ketahui ada kecenderungan peristiwa ini benar adanya. Namun, perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk menyimpulkan.

"Kami tim sampaikan pertama kali apakah benar seperti itu? Cenderung benar seperti itu," katanya.

"Ditunggu mungkin seminggu lagi untuk detailnya. Kami ndak (ketimbang) salah menyimpulkan karena itu belum selesai (pemeriksaan)," tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
China Tinggalkan Utang AS, Siapa Diam-Diam Jadi Penyelamat Amerika?
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pantang Menyerah! Inter Milan Siap Buka Kembali Negosiasi untuk Boyong Manu Kone dari AS Roma di Bursa Transfer Musim Panas
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Polres Probolinggo buru pencuri koper wisman Thailand di Bromo
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Pigai Sebut Menolak MBG hingga Koperasi Merah Putih Berarti Menentang HAM
• 36 menit lalukompas.com
thumb
Kesepakatan Dagang Diteken, RI Bakal Hapus Pembatasan Ekspor Mineral ke AS
• 7 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.