Ekonom Nilai Tarif Resiprokal AS Dapat Dimanfaatkan sebagai Instrumen Negosiasi Dagang

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai penetapan tarif resiprokal oleh Amerika Serikat terhadap Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai instrumen negosiasi untuk memperluas akses pasar dan memperbaiki kepastian dagang.

"Kebijakan ini dimanfaatkan sebagai, misalnya, media negosiasi untuk memperluas akses pasar dan juga memperbaiki kepastian dagang," kata Josua dalam Economic Outlook 2026 yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat.

Ia menilai kebijakan tersebut dapat menjadi momentum untuk mengurangi ketergantungan pada satu pasar melalui percepatan diversifikasi perdagangan dengan mengoptimalkan kerja sama yang sudah ada maupun menjajaki perjanjian baru.

Sebagai contoh, Indonesia telah menyepakati Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement dan tarif resiprokal AS dapat menjadi modal untuk negosiasi perjanjian dagang serupa.

Namun manfaat kebijakan itu dinilai relatif terbatas karena penerapannya hanya mencakup komoditas dan subsektor tertentu.

Indonesia tetap perlu memperkuat daya saing, standar produk, serta meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi dan industrialisasi.

"Kalau tidak, itu artinya pergeseran pasar ini hanya bersifat substitusi, tanpa adanya peningkatan produktivitas dan kualitas ekspor kita," katanya menambahkan.

Secara umum, tarif resiprokal berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi pada 2026 di tengah perlambatan global dan melemahnya permintaan eksternal.

Implementasi tarif yang dominan berpotensi meningkatkan hambatan perdagangan dan berdampak pada permintaan eksternal, rantai pasok, keputusan investasi, serta harga perdagangan.

Terkait potensi peningkatan penanaman modal asing langsung dari AS ke sektor manufaktur dan logistik, Josua menilai hal itu tetap bersyarat pada perbaikan kemudahan perizinan, kepastian regulasi, insentif yang tepat, ketersediaan energi, kawasan industri yang kompetitif, dan konektivitas logistik yang efisien.

"Tanpa syarat itu, sekalipun memang ada negosiasi ini, saya pikir investasi dari AS ke domestik kita pun mungkin akan bersyarat juga," ujar dia.

Pemerintah Indonesia dan AS telah menuntaskan perundingan tarif dagang di Washington dan menandatangani Agreement on Reciprocal Trade oleh Menteri Koordinator Airlangga bersama Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.

Dalam kesepakatan tersebut, AS mempertahankan tarif resiprokal sebesar 19 persen bagi produk impor Indonesia, kecuali sejumlah produk tertentu yang memperoleh tarif 0 persen termasuk tekstil dan garmen untuk volume tertentu serta 1.819 pos tarif lainnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ATEEZ memuncaki tangga penjualan album Billboard
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Lebih Baik Sahur Pakai Nasi Putih atau Nasi Merah? Begini Kata Ahli Gizi
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Curhat Diding Boneng Belum Dijenguk Rekan Film di Rumah Sakit: Kalau Anak-anak Teater Banyak
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Indonesia Jadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional Gaza
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Mobil Box Tabrak Dump Truk di Bypass Balongbendo Sidoarjo, Sopir Tewas Terjepit
• 18 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.