Terdakwa Penghasutan Demo Agustus Ungkap Lihat dan Rekam Kekerasan Polisi ke Demonstran

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa kasus dugaan penghasutan demonstrasi akhir Agustus 2025, Khariq Anhar, mengaku melihat kekerasan yang dilakukan polisi kepada demonstran dalam aksi 28 Agustus 2025 di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Khariq mengaku mengikuti demonstrasi pada saat itu sebagai jurnalis.

"Di tanggal 28 saya turun langsung untuk merekam dan di situ memang ada kekerasan (oleh polisi) dan lain sebagainya. Itu saya rekam sendiri," ujar Khariq dalam sidang lanjutan kasus dugaan penghasutan demonstrasi Agustus 2025 di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jumat (20/2/2026)

Rekaman tindakan kekerasan itu dia publikasikan di akun Instagram @aliansimahasiswapenggugat pada hari yang sama.

Ia mengaku, pada 28 Agustus 2025 tidak ada pertemuan atau koordinasi yang dilakukan sesama aktivis saat aksi di lapangan.

Selain itu, menurut Khariq, dia tidak ikut dalam demonstrasi pada 25, 26 dan 27 Agustus 2025 karena saat itu sedang berada di luar kota.

Baca juga: Delpedro Bela Diri: Bantah Hasut Pelajar Ikut Demo Agustus hingga Tak Dukung Isu Aksi

Namun, sebagai admin dari akun Instagram @aliansimahasiswapenggugat, ia tetap aktif mengikutsertakan perkembangan demonstrasi di Jakarta.

Selain itu, Khariq juga mengaku menerima informasi soal kejadian kekerasan oleh aparat di lapangan. Informasi itu dikirimkan oleh sesama aktivis maupun peserta demo di lapangan lewat pesan di Instagram.

Khariq pun kemudian mengunggah rekaman-rekaman itu di Instagram @aliansimahasiswapenggugat.

"Jadi misal ada kekerasan, pemukulan, itu kan ada yang ambil videonya baik yang kemudian direkam dari TikTok itu saya mendapatkan informasi dari DM. Nah itu yang selama 25 sampai 27 (Agustus) saya posting, kebanyakan itu," jelasnya.

Ditangkap 29 Agustus 2025

Dalam persidangan, Khariq menyampaikan, ia turut serta dalam demonstrasi 28 Agustus 2025 karena diajak oleh kawannya yang merupakan anggota Partai Buruh.

Pada 25 dan 26 Agustus, Khariq masih berada di Bandung. Lalu, 27 Agustus Khariq berada di Jakarta dan hendak pulang ke kampung halaman di Pekanbaru, Riau.

Baca juga: Delpedro Marhaen Bantah Hasut Pelajar Ikuti Demo Agustus dan Bikin Kerusuhan

"Waktu itu sebenarnya, tanggal 27 (Agustus) saya mau langsung pulang ke Pekanbaru jadi mau pesan tiket. Tapi enggak jadi karena dikabari oleh kawan saya dari Partai Buruh untuk besok meliput gitu," kata Khariq.

"Jadi karena kami juga salah satunya berfokus untuk meliput aksi kejadian nyata, jadi di hari itu saya diminta, ya sudah sehari saja saya ikut. Dan siang harinya saya baru berangkat bareng dari kawan-kawan Partai Buruh ke lokasi aksi pada tanggal 28," lanjutnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Khariq bilang, saat itu ia tidak bergabung dengan mahasiswa atau kelompok lain.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini, Jumat 20 Februari 2026
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Eksodus Pemain Naturalisasi di Musim Depan dan Daya Tarik Persib Bandung, Persija dan Persebaya Surabaya: Dari Ole Roemeny, Joey Pelupessy hingga Ragnar Oratmangoen
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Dewan Perdamaian akan Rangkul PBB Membangun Gaza
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Solid di Lapangan, Tim Basket BRI Region 6/Jakarta 1 Junjung Tinggi Sportivitas
• 16 jam lalumediaapakabar.com
thumb
AKBP Didik Tersangka Narkoba: Terima Rp2,8 Miliar & Terancam Hukuman Mati
• 1 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.