EtIndonesia. Pada Selasa 17 Februari 2026, negara bagian Texas secara resmi mengajukan gugatan terhadap pemasok perangkat jaringan TP-Link, dengan tuduhan bahwa perusahaan tersebut memasarkan produknya secara menyesatkan dan memungkinkan Partai Komunis Tiongkok (PKT) mengakses perangkat milik pengguna di Amerika Serikat.
Jaksa Agung Texas, Ken Paxton, dalam pernyataannya menegaskan bahwa gugatan ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan PKT.
Tuduhan Penyesatan dan Ancaman Keamanan
Dalam siaran pers, Kantor Jaksa Agung Texas menyebutkan bahwa ini merupakan gugatan pertama yang diajukan Paxton pekan ini, sebagai bagian dari upaya mencegah perusahaan yang berafiliasi dengan PKT merugikan warga Texas.
Pernyataan tersebut menyatakan: “Meski TP-Link mengklaim dapat melindungi privasi dan keamanan pengguna, produknya telah digunakan oleh kelompok peretas yang didukung otoritas Tiongkok untuk melancarkan berbagai serangan siber terhadap Amerika Serikat. Selain itu, kepemilikan dan rantai pasok perusahaan ini memiliki keterkaitan erat dengan Tiongkok.”
Texas juga menyoroti bahwa karena hubungan tersebut, TP-Link berada di bawah yurisdiksi Undang-Undang Keamanan Data Tiongkok, yang mewajibkan warga negara dan perusahaan Tiongkok untuk menyerahkan data kepada badan intelijen pemerintah Tiongkok jika diminta. Hal ini, menurut otoritas Texas, berpotensi membuka akses terhadap data warga Amerika.
Latar Belakang dan Kekhawatiran Kongres AS
TP-Link, produsen router yang berkantor pusat di California, dipisahkan pada 2022 dari perusahaan induknya di Tiongkok, TP-LINK Technologies (Pulelian Technology Co., Ltd.). Namun setelah serangkaian insiden keamanan yang melibatkan router merek tersebut, anggota Kongres dari kedua partai mulai mengkhawatirkan potensi celah keamanan yang dapat membahayakan jaringan Amerika.
Pada Mei tahun lalu, lebih dari selusin anggota Partai Republik—termasuk Ketua Komite Intelijen Senat, Tom Cotton—mendesak agar penjualan produk TP-Link di Amerika Serikat dilarang.
Dugaan Penyesatan Asal Produk
Kantor Jaksa Agung Texas juga menegaskan bahwa hampir seluruh komponen produk TP-Link diimpor dari Tiongkok. Namun, perusahaan tersebut disebut secara sengaja menyesatkan warga Texas terkait asal produk, perlindungan privasi, serta tingkat keamanan perangkatnya.
Pernyataan resmi itu menekankan: “Tindakan ini bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga menimbulkan ancaman terhadap keamanan nasional, karena berpotensi menjadikan konsumen Texas sebagai target pengawasan dan eksploitasi rahasia oleh PKT.”
Bagian dari Tindakan Terkoordinasi
Menurut pernyataan tersebut, gugatan ini merupakan bagian dari serangkaian langkah terkoordinasi yang diambil pekan ini terhadap perusahaan-perusahaan yang terkait dengan PKT. Pemerintah Texas ingin mengirim sinyal tegas bahwa kepentingan Texas dan Amerika Serikat akan selalu diutamakan.
“TP-Link akan dimintai pertanggungjawaban penuh secara hukum karena telah menempatkan warga Amerika dalam risiko keamanan. Kami berharap tindakan hukum ini menjadi peringatan bagi entitas Tiongkok yang mencoba membahayakan keamanan Amerika,” demikian isi pernyataan tersebut.
Pada Oktober tahun lalu, Jaksa Agung Texas telah mengumumkan penyelidikan terhadap TP-Link. Ini menjadi langkah hukum pertama Texas yang secara khusus bertujuan melindungi data warga dari dugaan penyalahgunaan ilegal.
Selain itu, Gubernur Texas Greg Abbott baru-baru ini memperbarui daftar perangkat dan teknologi yang dilarang digunakan oleh pegawai pemerintah negara bagian. Produk TP-Link termasuk dalam daftar larangan tersebut. (jhon)
Sumber : NTDTV.com





