Setahun MULIA: Appi Beber Keberhasilan Program Lontara Plus, Beasiswa, Bus Sekolah, hingga Seragam Gratis

harianfajar
7 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya menyelesaikan persoalan mendasar masyarakat. Terutama dalam satu tahun kepemimpinan Pemerintahan MULIA periode 2024–2029.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyebut, kebijakan yang dijalankan bukan sekadar program di atas kertas. Melainkan solusi konkret yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Dia pun membeberkan sejumlah keberhasilan program selama satu tahun.

“Pertama, kita ingin menyelesaikan apa yang menjadi persoalan masyarakat. Tidak boleh lagi ada birokrasi berbelit. Lewat Lontara Plus, cukup dari ponsel, berbagai persoalan keluarga bisa ditangani lebih cepat,” ujar pria yang disapa Appi itu dalam refleksi satu tahun pemerintahan, Jumat (20/2/2026) di Tribun Lapangan Karebosi.

Di sektor pendidikan, Pemkot menghadirkan program seragam sekolah gratis bagi siswa di Kota Makassar. Program ini mendapat respons positif dari masyarakat.

Berdasarkan survei evaluasi internal, 89,5 persen publik menyatakan puas terhadap program seragam gratis.

Tak hanya itu, Pemkot juga menyiapkan beasiswa bagi siswa kurang mampu. Kemudian mengoperasikan armada bus sekolah gratis sejak 2025. Ini untuk memastikan anak-anak dapat bersekolah dengan aman dan tanpa beban biaya transportasi.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak Makassar yang putus sekolah hanya karena persoalan biaya,” tegasnya.

Untuk wilayah kepulauan, Pemkot menghadirkan akses internet melalui Starlink di sekolah-sekolah agar siswa di pulau terpencil mendapatkan kesempatan belajar yang setara.

Kebijakan lain yang mendapat perhatian luas adalah pembebasan iuran sampah bagi warga kurang mampu. Program ini diketahui oleh lebih dari 80 persen masyarakat, dengan tingkat kepuasan mencapai 62,2 persen.

Selain itu, program sambungan PDAM gratis bagi warga berpenghasilan rendah juga dijalankan. Meski belum sepenuhnya tersosialisasi, 57,9 persen warga yang mengetahui program tersebut menyatakan puas.

Data menunjukkan lebih dari 10 persen warga Makassar berada pada usia muda produktif. Untuk itu, Pemkot menghadirkan Makassar Creative Hub sebagai ruang kolaborasi dan pengembangan kreativitas generasi muda.

Sepanjang 2025, antusiasme pemuda memanfaatkan fasilitas tersebut dinilai tinggi. Creative Hub menjadi wadah belajar, berjejaring, dan berinovasi di bidang ekonomi kreatif.

Di sektor infrastruktur, Pemkot melakukan perbaikan drainase secara berkelanjutan untuk mengurangi titik banjir. Hasilnya, jumlah titik genangan dilaporkan menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Penataan parkir dan PKL juga dilakukan untuk mengembalikan fungsi ruang publik. Kebijakan ini mendapat tingkat kepuasan publik lebih dari 80 persen.

“Wajah kota bukan hanya soal gedung tinggi, tapi tentang kenyamanan setiap langkah warga,” ujarnya.

Ia menambahkan, penghargaan dan pengakuan dari pemerintah pusat menjadi motivasi, namun baginya capaian sesungguhnya adalah ketika jalan di depan rumah warga tidak lagi berlubang dan banjir semakin berkurang.

“Piagam dan angka-angka itu penting. Tapi yang lebih penting adalah masyarakat merasakan langsung manfaatnya,” tegasnya. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tips Percantik Dapur dengan Kegiatan Masak yang Lebih Praktis, Kepoin Yuk Moms
• 23 jam laluherstory.co.id
thumb
Saksi Mata Ceritakan Kronologi Kereta Bandara Tabrak Truk hingga Anjlok di Tangerang
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Sentul City (BKSL) Buka Suara soal Banjir di Akses Menuju Kawasan Spring City
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Kejagung Sita Dokuman dan 6 Mobil pada Kasus Korupsi Ekspor CPO
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Cak Imin Lantik Dirut BPJS Kesehatan dan Dirut BPJS Ketenagakerjaan
• 12 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.