Jakarta, VIVA – Kepergian Tika Mega Lestari pada 27 Januari 2026 masih menyisakan duka sekaligus polemik bagi Pesulap Merah. Di tengah suasana berkabung, pria bernama asli Marcel Radhival itu justru diterpa tuduhan serius dari keluarga mendiang istri pertamanya.
Sosok yang dikenal vokal membongkar praktik dukun tersebut dituding menggunakan pesugihan dan menjadikan sang istri sebagai “tumbal” demi mendongkrak kariernya. Isu tersebut disebut mencuat setelah pihak keluarga menerima informasi dari seseorang yang mengaku sebagai dukun. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Marcel tak tinggal diam. Ia mengaku terkejut saat mendengar langsung tudingan tersebut dari kerabat almarhumah.
"Ada keluarganya datang, marah-marah. Ada ucapan yang saya dengar, 'Tega-teganya sia menjadikan keponakan aing tumbal'. Ini fitnah dari mana lagi?" kata Pesulap Merah di kawasan Jakarta Timur, baru-baru ini.
Menurut Marcel, tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar dan mengabaikan fakta medis yang selama ini ia dan Tika hadapi bersama. Ia memaparkan bahwa masalah kesehatan Tika sebenarnya sudah muncul bahkan sebelum pernikahan mereka pada 2021.
Kondisi itu semakin jelas pada 2022 ketika Tika mengalami kelelahan berat usai menjalani jadwal syuting. Serangkaian pemeriksaan medis pun dilakukan, termasuk prosedur pengambilan sampel sumsum tulang.
"Dicek lagi, akhirnya dibor tulang sumsumnya. Di situ ketahuan Anemia Aplastik. Itu gangguan sel tulang sumsum yang tidak bisa menghasilkan darah, baik sel darah merah, putih, maupun trombosit," jelas Marcel.
Perjuangan belum berhenti di situ. Pada awal 2025, Tika mengalami sariawan yang tak kunjung sembuh. Setelah menjalani ibadah Umrah, kondisi tersebut diperiksa lebih lanjut melalui biopsi. Hasilnya membuat situasi semakin berat.
"Ternyata ada kanker mulut dan tumor. Jadi ada dua," tambahnya.
Di tengah kabar duka, muncul pula spekulasi bahwa kondisi Tika memburuk akibat tekanan batin setelah Marcel berpoligami dengan Ratu Rizky Nabila pada 2022. Marcel membantah keras asumsi tersebut dan menegaskan bahwa penyakit sang istri telah terdiagnosis jauh sebelum isu poligami diketahui almarhumah.
"Anemia Aplastik itu tidak ada hubungannya dengan ngebatin atau stres. Itu terjadi di 2022, dan almarhumah baru tahu (poligami) di 2025 saat kondisinya sudah ada kanker," tegas Marcel.





