Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Ketua Umum PSSI Erick Thohir membantah tudingan media Malaysia yang menyebut dirinya sebagai pihak yang mengadukan Football Association of Malaysia (FAM) ke FIFA terkait kasus naturalisasi pemain.
Erick menegaskan Indonesia tidak memiliki kepentingan untuk mengintervensi perkembangan sepak bola negara lain, seperti Malaysia. Menurutnya, fokus utama adalah meningkatkan kualitas persaingan di kawasan Asia Tenggara dan Asia.
“Saya rasa buat apa kita mengintervensi kemajuan negara lain, sedangkan kita juga harus bersaing di Asia Tenggara dan Asia. Justru kita mendorong bagaimana persaingan itu terus ditingkatkan agar kualitas kita juga naik,” ujar Erick kepada wartawan termasuk tvrinews.com di Kantor Kemenpora, Jumat, 20 Februari 2026.
Ia menilai peningkatan mutu kompetisi di kawasan menjadi kunci agar negara-negara Asia tidak terus tertinggal dari Eropa maupun Afrika. Saat kembali ditanya mengenai kebenaran tudingan tersebut, Erick memastikan kabar itu tidak benar.
“Tidak benar, pastinya,” ucap Erick tegas.
Sebelumnya, media Vietnam menyebut Erick sebagai dalang di balik aduan kepada FIFA terhadap FAM. Pemberitaan serupa juga sempat muncul di media Malaysia yang menyatakan adanya campur tangan dari pihak Indonesia.
Kasus ini mencuat setelah tujuh pemain dijatuhi sanksi larangan beraktivitas di sepak bola selama 12 bulan oleh FIFA terkait persoalan naturalisasi di tubuh FAM.
Namun, Pengadilan Arbitrase Olahraga atau Court of Arbitration for Sport (CAS) kemudian menangguhkan sanksi tersebut sehingga para pemain tetap dapat melanjutkan kariernya.
Ketujuh pemain yang sempat dijatuhi sanksi itu antara lain Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Editor: Redaktur TVRINews





