Sebuah balon dengan tinggi kurang lebih 10 meter terlihat berdiri gagah di depan hotel Ritz Carlton, SCBD, Jakarta Selatan, sejak Kamis (19/2) sore. Balon itu menampilkan karakter Pelangi dan Batik dalam film produksi Mahakarya Pictures berjudul Pelangi di Mars.
Instalasi balon Batik dan Pelangi terlihat di ruang terbuka kawasan perkantoran SCBD dan langsung menarik perhatian warga yang melintas.
Sejak pagi haru hingga berbuka puasa, banyak yang berhenti sejenak untuk berfoto atau sekadar melihat dari dekat.
Balon raksasa Pelangi di Mars ini baru saja diluncurkan secara resmi yang dihadiri oleh produser Dendi Reynando, sutradara Upie Guava, Messi Gusti, pengisi suara, Bimoky dan Kristo Immanuel, serta Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar.
Irene Umar menyebut, di balik kemegahan balon tersebut, ada kerja keras para pekerja seni dan kreatif Indonesia yang tercermin lewat Pelangi Di Mars.
"Balon ini mungkin akan menjadi tempat untuk berfoto, tempat untuk melihat sesuatu kemegahan yang kita selebrasi. Namun, di belakang ini, ada perjuangan pak Dendi (produser) dan Mas Upie (sutradara) dan tim selama 5 tahun, untuk mengerjakan bukan hanya filmnya, tapi juga teknologi yang ada," kata Irene dalam jumpa pers, Kamis sore.
Menurut Irene, pencapaian Pelangi Di Mars bukan hanya pencapaian film, tetapi juga perkembangan teknologi Indonesia.
"Di mana dunia sedang melihat hasil mahakarya yang sudah ada di sini, dan juga teknologi atau plug in yang sudah dikembangkan oleh Anak Bangsa di film Pelangi Di Mars," ujar Irene.
Produser Dendi Reynando mengatakan, dengan balon raksasa, mereka ingin mendekatkan cerita film sejak dini kepada keluarga.
"Kami ingin Pelangi di Mars terasa dekat dengan masyarakat sejak awal. Karena itu kami memilih hadir langsung di ruang publik, supaya orang bisa melihat dan merasakan semangat film ini sebelum tayang di bioskop," ujar Dendi.
Balon Pelangi di Mars ini dapat dinikmati publik di area SCBD mulai 19 Februari hingga 22 Februari sebelum melanjutkan perjalanannya ke lokasi berikutnya.
Setelah Jakarta, balon ini dijadwalkan berkeliling ke lima lokasi lain, baik di dalam maupun luar kota, sebagai promosi menuju penayangan film.
Pelangi di Mars berlatar tahun 2100, ketika krisis air mengancam masa depan Bumi. Pelangi, anak pertama yang lahir di Mars, memulai petualangan bersama robot-robot malfunction yang menjadi sahabatnya untuk menemukan Zeolit Omega.
Namun dalam perjalanannya, Nerotek korporasi raksasa yang menguasai sumber air melakukan segala cara untuk merebut penemuan tersebut.
Di tengah misi tersebut, Pelangi menyajikan petualangan yang sarat pesan tentang keberanian, persahabatan, dan harapan melalui animasi 3D dan teknologi XR.
Film ini dibintangi Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, dan Livy Renata, dengan dukungan pengisi suara Kristo Immanuel, Bimoky, Gilang Dirga, Vanya Rivani, serta Dimitri Arditya. Pelangi Di Mars dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia Lebaran 2026.





