Ramadan jadi momen bangkitkan ekonomi Aceh Tamiang pascabanjir

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Aceh Tamiang, Aceh (ANTARA) - Sejumlah warga Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, menyampaikan bahwa bulan Ramadan menjadi momen bagi mereka untuk membangkitkan ekonomi pascabencana banjir yang melanda kawasan mereka akhir November 2025.

“Alhamdulillah jualannya laris, ini memang satu-satunya (bisnis saya),” ujar Lilis (50), seorang pedagang yang menjual lincah mameh di Pasar Simpang Upah, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat.

Lincah mameh merupakan es rujak manis yang menjadi salah satu menu takjil khas Aceh. Lilis menyampaikan bahwa dirinya bersama keluarga memang berbisnis lincah mameh.

Ia bersama keponakannya berjualan di Aceh Tamiang, sementara anak-anak dan suaminya berjualan di Lhokseumawe.

Lilis menambahkan, lincah mameh paling laku ketika dijual pada bulan Ramadhan, sebab menjadi salah satu kuliner khas Ramadhan di Aceh.

Oleh karena itu, bulan Ramadhan menjadi momentum keluarganya untuk memulihkan ekonomi pascabencana banjir yang melanda kediamannya.

“Abis, Dik, rumah saya. Bangunannya masih ada, tapi isinya hanyut semua,” kata Lilis.

Lilis menjual satu porsi lincah mameh senilai Rp10 ribu. Hari ini merupakan hari kedua bagi dirinya berjualan lincah mameh.

“Kemarin habis, dapatnya mungkin Rp1,2 juta,” kata dia.

Ia pun bersyukur pemerintah meminta bank untuk memberi relaksasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memiliki pinjaman, namun terdampak oleh bencana.

“Kami kan punya kredit di bank. Alhamdulillah tiga bulan pembebasan (relaksasi) tidak dipotong bank. Jadi (uangnya) bisa diusahakan lagi,” ujar Lilis.

Selaras dengan Lilis, Yatini yang juga merupakan seorang pedagang turut memanfaatkan momen Ramadhan untuk membangkitkan perekonomian keluarganya.

Ia menjual gorengan, kue-kue kecil, hingga mie caluk khas Aceh sebagai hidangan takjil pembuka puasa.

“Ini hari kedua jualan takjil. (Kemarin) laris, Insya Allah laris,” kata Yatini.

Yatini bisa berjualan sebab mendapatkan modal dari menantunya. Ia pun berusaha agar bisa memanfaatkan momen Ramadan untuk memulai kembali roda perekonomian di keluarganya.

Sebagaimana Lilis, Yatini juga memperkirakan mendapat penghasilan sekitar Rp1 juta dari penjualannya.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Aceh Tamiang Ibnu Azis melaporkan 98 persen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai aktif pascabencana banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada November 2025.

Untuk mendukung upaya pemulihan UMKM, ia pun menyampaikan telah meminta kepada perbankan memberi relaksasi kepada pelaku UMKM yang memiliki pinjaman KUR.

“Dalam beberapa hari ke depan, kami juga akan melaksanakan sosialisasi masalah pinjaman KUR (Kredit Usaha Rakyat) kepada masyarakat, baik pinjaman yang 0 persen, 3 persen, 6 persen, dan seterusnya,” ucap Azis.



Baca juga: Aceh Tamiang laporkan 98 persen UMKM mulai aktif pascabencana banjir

Baca juga: Mendagri buka puasa bersama pengungsi Aceh Tamiang

Baca juga: Aceh Tamiang gelar bazaar Ramadhan guna bangkitkan UMKM pascabencana




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dosen Udayana: Kasus Marcella Santoso Bukti Aktor Sipil Bisa Ganggu Stabilitas Nasional
• 9 jam laludisway.id
thumb
7 Arti Mimpi Melihat UFO, Pertanda Stres hingga Adanya Konflik
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Setahun MULIA: Lahan Bersertifikat, Calon Markas PSM “Stadion Untia” Masuk Fase Kepastian Hukum
• 3 jam laluharianfajar
thumb
FreeGo Teranyar Hadir Lebih Stylish, Skutik Praktis Makin Premium
• 17 jam lalueranasional.com
thumb
TPIA Ungkap Progres Pabrik CA-EDC Capai 50%, Target Operasi Kuartal I/2027
• 12 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.