OJK Siapkan Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal, Apa Saja Tugasnya?

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan membentuk Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan self-regulatory organization (SRO).

Pejabat Sementara (Pjs) Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa tujuan utama dari satuan tugas ini adalah mengawal dan memantau pelaksanaan delapan rencana aksi reformasi yang telah ditetapkan oleh otoritas. 

Satgas diharapkan mampu memastikan setiap poin rencana aksi dapat berjalan secara konsisten dan sesuai dengan tenggat waktu yang dijanjikan.

“Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia ini akan beranggotakan Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta SRO,” ujar Friderica dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Friderica menambahkan, meskipun saat ini unsur utama terdiri dari OJK, Kemenko Perekonomian, dan SRO (BEI, KSEI, KPEI), pintu kolaborasi bagi kementerian atau lembaga lain untuk bergabung tetap terbuka di masa depan.

Lebih lanjut, Friderica menjamin bahwa operasional Satgas ini akan mengedepankan prinsip keterbukaan. OJK berkomitmen untuk menyampaikan pembaruan progres dari delapan rencana aksi tersebut secara berkala. 

Baca Juga

  • OJK Denda Miliaran Rupiah Influencer BVN usai Goreng Saham, Ini Modusnya
  • 267 Emiten Belum Penuhi Free Float 15%, OJK-BEI Siapkan Exit Policy
  • OJK Denda Dana Mitra Kencana Cs Usai Manipulasi Saham IMPC Rp92 Miliar

“Seperti janji kami, tidak ada yang ditutupi dan kami akan sangat transparan dalam menyampaikan update progres dari apa yang kami sampaikan dalam delapan rencana aksi tersebut,” pungkas Friderica atau akrab disapa Kiki. 

OJK diketahui mengeluarkan delapan aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia demi mengembalikan kepercayaan pasar di tengah sentimen negatif pasar saham, yang dipicu pengumuman pembekuan rebalancing MSCI.

Delapan aksi itu terdiri dari kebijakan baru free float, transparansi data ultimate beneficial owner(UBO), penguatan data kepemilikan saham, demutualisasi BEI, penegakan peraturan dan sanksi, tata kelola emiten, pendalaman pasar secara terintegrasi, serta kolaborasi dan sinergi dengan stakeholders. 

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai delapan rencana reformasi tersebut sebagai "pil pahit" yang diperlukan untuk menggeser fokus pasar dari sekadar kuantitas emiten baru (IPO) menuju kualitas integritas.

“Meski ada guncangan jangka pendek, langkah ini wajib dilakukan untuk memulihkan kepercayaan investor jangka panjang,” ujar Wafi kepada Bisnis.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Metro Rotasi Sejumlah Pamen, Ada Kapolsek hingga Kasatreskrim
• 1 jam laludisway.id
thumb
Emiten yang Belum Penuhi Free Float 15 Persen Bakal Dapat Notasi Khusus
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Dani Olmo Akui Barcelona harus Kerja Keras untuk Juara Liga Champions
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Polda Sumsel Gelar Safari Ramadan, Perkuat Sinergitas Jaga Kamtibmas
• 22 jam laludetik.com
thumb
Lubang Gravitasi di Antartika Makin Kuat, Air Laut Bergeser
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.