VIVA – Seorang awak kapal berkebangsaan Indonesia (WNI) meninggal dunia setelah kebakaran terjadi di kapal pesiar World Legacy yang sedang berlayar menuju Singapura, Jumat, 20 Februari 2026. Informasi tersebut disampaikan Maritime and Port Authority of Singapore (MPA) seperti dilansir CNA.
Berdasarkan penyelidikan awal, kebakaran terjadi sekitar pukul 04.00 waktu setempat di area lounge dek sembilan kapal yang terdaftar di Liberia tersebut. Api berhasil dipadamkan oleh awak kapal sebelum kemudian ditangani lebih lanjut oleh petugas dari Singapore Civil Defence Force (SCDF).
Seluruh 271 penumpang, termasuk 139 warga Singapura, berhasil dievakuasi dengan selamat. Empat penumpang dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis lebih lanjut. MPA sebelumnya sempat menyebut jumlah penumpang sebanyak 224 orang, termasuk 185 warga Singapura, namun angka tersebut direvisi setelah pembaruan data.
Dari total 388 awak kapal, tidak ada yang berkewarganegaraan Singapura. Awak kapal asal Indonesia yang meninggal dunia telah dipindahkan ke darat. MPA menyatakan otoritas terkait tengah menangani proses lanjutan dan Kedutaan Besar Indonesia di Singapura telah diberi tahu.
Kapal kini berada dalam kondisi stabil dan berlabuh di Raffles Reserved Anchorage, area khusus di Pelabuhan Singapura yang digunakan untuk keperluan tertentu seperti perbaikan, penyimpanan, dan bongkar muat kapal. MPA menetapkan zona aman di sekitar kapal serta mengeluarkan siaran navigasi agar kapal lain menjauh dari lokasi.
Kapal patroli MPA, penjaga pantai polisi, dan SCDF masih berada di lokasi untuk menangani situasi. Survei dari badan klasifikasi yang ditunjuk pemilik kapal dijadwalkan naik ke kapal guna menilai tingkat kerusakan dan menentukan perbaikan yang diperlukan sebelum kapal kembali beroperasi.
Kelompok pertama yang terdiri dari 190 penumpang telah diturunkan di Terminal Feri HarbourFront setelah proses evakuasi. Saat petugas media tiba di Singapore Cruise Centre sekitar pukul 11.00, penumpang terlihat turun dari kapal, melewati pemeriksaan bea cukai, serta menjalani wawancara oleh petugas Kepolisian Singapura.
Pihak operator kapal, World Cruises, menyatakan tengah bekerja sama penuh dengan otoritas setempat. “Keselamatan penumpang dan awak kapal adalah prioritas utama kami,” demikian pernyataan perusahaan, seraya menambahkan informasi lebih lanjut akan disampaikan jika tersedia.





