Setahun Pramono-Rano Pimpin Jakarta: 2026 Fokus Benahi Banjir, Macet, Kemiskinan

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno, merayakan satu tahun kepemimpinan bertajuk "Satu Tahun Membangun Jakarta dari Bawah" di Taman Bendera Pusaka, Jakarta, Jumat (20/2).

Dalam perayaan tersebut, Pramono-Rano mengakui masih ada beberapa target kerja yang belum tuntas direalisasikan.

"Kita baru mengerjakan yang kita bilang quick-win program. Dari 40 program alhamdulillah mungkin 97% selesai. Hanya ada 3 poin yang belum sempat selesai karena memang memerlukan waktu yang cukup panjang," ujar Rano.

Rano mengungkap, hal tersebut adalah masalah besar yang terdapat di Jakarta dan 2026 adalah permulaan dari dijalankannya APBD kepemimpinan mereka.

"Tetapi barangkali untuk diketahui oleh Bapak Ibu sekalian tahun 2026 ini, ini adalah APBD kami. Di sinilah kami baru menyusun program. Kita sangat sadar 3 masalah besar yang ada di Jakarta pertama adalah banjir, kedua adalah kemacetan, ketiga adalah kemiskinan," imbuh Rano.

Insentif RT/RW-Integrasi CCTV

Di kesempatan yang sama Pramono mengungkapkan beberapa target kerja yang belum terealisasi di antaranya adalah pemberian insentif bagi pengurus RT/RW serta penguatan sistem pengawasan melalui integrasi CCTV.

“Yang belum adalah yang saya janjikan pada waktu itu adalah insentif untuk RT/RW. Yang kedua, yang berkaitan dengan CCTV. Ternyata untuk CCTV bukan sesuatu yang susah, karena sekarang dengan teknologi yang ada, kita bisa mengkoneksikan CCTV yang dimiliki oleh kantor-kantor dan sebagainya, sehingga program itu akan kami lanjutkan,” ujarnya.

Ia optimistis program penguatan sistem pemantauan kota tersebut bisa dikejar dalam tahun berjalan, khususnya untuk mendukung sektor transportasi dan keamanan.

“Mudah-mudahan dalam tahun ini Jakarta akan mempunyai CCTV yang lebih lengkap, terutama sebenarnya untuk transportasi. Jadi secara keseluruhan sebenarnya hampir semuanya terealisasikan tapi memang minor banget lah ada,” lanjutnya.

Terkait belum terealisasinya insentif RT/RW, Pramono menjelaskan hal tersebut dipengaruhi kondisi fiskal daerah yang sempat menyempit.

“Sedangkan hal yang berkaitan dengan insentif tadikan, insentif untuk RT/RW karena kemarin dana kita kan DBH-nya dipotong 15 triliun, ruang fiskalnya menjadi sempit. Tetapi saya akan tetap apa untuk menindaklanjuti itu dalam waktunya segera akan kita eksekusi,” kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BI: Defisit Transaksi Berjalan Susut, Neraca Pembayaran Minus US$7,8 Miliar
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Jadwal Buka Puasa Ramadhan 2026 Jabodetabek Selama Sebulan Penuh
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kronologi Penerbangan PK-PAA PT Pelita Air Service
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dompet Digital DANA Indonesia Dikabarkan Bersiap IPO, Disokong Grup Taipan
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
ESDM Remikan Proyek Pipa Transmisi Gas Dusem, Investasi Rp6,5 Triliun
• 6 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.