Neraca Pembayaran 2025 Alami Defisit Pertama dalam 7 Tahun, Inikah Sebabnya?

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) mencatat Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sepanjang 2025 mengalami defisit hingga US$7,8 miliar.

Padahal, tahun-tahun sebelumnya, selalu terjadi surplus neraca pembayaran alias lebih banyak devisa yang masuk ke Indonesia daripada yang keluar. Pada 2024 misalnya, terjadi surplus neraca pembayaran sebesar US$7,2 miliar.

Secara historis, realisasi NPI 2025 itu menjadi defisit neraca pembayaran pertama dalam tujuh tahun. Sebelumnya 2025, defisit neraca pembayaran terakhir kali terjadi pada 2018 (-US$7,3 miliar).

Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) David Sumual menjelaskan bahwa kinerja buruk neraca pembayaran pada tahun lalu dipengaruhi oleh dua titik balik yang menekan neraca finansial.

Pertama, pengumuman kebijakan tarif dagang oleh Presiden Amerika Serikat (AS)Donald Trump pada kuartal II/2025. Saat itu, Trump secara sepihak menetapkan tarif resiprokal kepada seluruh negara mitra dagang AS, termasuk barang-barang asal Indonesia yang dikenai tarif bea masuk 32%, yang kemudian turun menjadi 19%.

David mengingatkan bahwa kebijakan tersebut memicu sentimen penghindaran risiko secara global, yang berujung pada terjadinya outflow alias aliran modal asing keluar di pasar keuangan Indonesia.

Baca Juga

  • Ada Eksodus Dana Jumbo di Investasi Portofolio, Neraca Pembayaran 2025 Cetak Rekor Defisit
  • BI: Defisit Transaksi Berjalan Susut, Neraca Pembayaran Tekor US$7,8 Miliar
  • Purbaya Buka-bukaan Alasan Maksimalkan Defisit APBN 2025 hingga Nyaris 3%

Tak berhenti di situ, tekanan berlanjut memasuki paruh kedua tahun lalu. Pada kuartal III/2025, volatilitas kembali mengguncang pasar modal domestik yang kali ini dipicu oleh sentimen negatif dalam negeri.

"Sempat ada volatilitas di pasar modal setelah rentetan aksi demonstrasi di akhir Agustus [2025]," jelasnya kepada Bisnis, Jumat (20/2/2025).

Sebagai pengingat, pada 29 Agustus 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) IHSG melemah sebesar 1,53% atau turun 121,59 poin setelah sehari sebelum terjadi demo besar-besaran terutama di Jakarta, yang mengakibatkan timbul korban jiwa, termasuk seorang pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan karena dilindas oleh mobil rantis polisi. Dampak negatifnya ke IHSG bahkan sempat berlanjut hingga awal September 2025.

Lebih lanjut, David menekankan bahwa dari sisi fundamental ekspor-impor, kinerja Indonesia sebenarnya tidak buruk. Neraca perdagangan bulanan sepanjang 2025 tercatat selalu surplus, dengan posisi akhir tahun di level US$41,05 miliar atau naik 31,02% dibandingkan realisasi 2024 (US$31,33 miliar).

"Surplus dagang di 2025 sebenarnya relatif kuat, tapi memang tidak cukup untuk menutup outflow di pasar finansial yang terjadi karena dua faktor tadi," tutupnya.

Kendati demikian, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso meyakini neraca pembayaran Indonesia masih baik meski mengalami defisit pada tahun lalu.

"Transaksi berjalan mencatat defisit yang rendah ditopang oleh berlanjutnya surplus neraca perdagangan barang di tengah neraca jasa dan pendapatan primer yang mengalami defisit," kata Denny dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).

Pada 2026, bank sentral memproyeksikan NPI masih tetap baik dengan defisit transaksi berjalan mengalami defisit di kisaran 0,9% sampai dengan 0,1% dari produk domestik bruto (PDB). Sebagai perbandingan, defisit transaksi berjalan 2025 tercatat di level US$1,5 miliar atau setara 0,1% dari PDB. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pernyataan Brigjen Trunoyudo setelah AKBP Didik Dipecat Polri terkait Narkoba dan Asusila
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Nenek Elina Tolak Damai, Laporan Dugaan Pemalsuan Surat Tanah Berharap Tetap Berjalan
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Usai Terkena Stroke Ringan dan Operasi Jantung, Hailey Bieber Makin Fokus pada Kesehatan
• 2 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Jalan Ciledug Raya Banjir, Antrean Kendaraan Mengular ke Arah Cipulir Jaksel
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
10 Jurusan Kuliah sarjana yang paling banyak dicari Perusahaan, Nomor 1 Bukan Teknik
• 20 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.