jpnn.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan keberhasilan menjaga rimba di Indonesia sebenarnya ditentukan oleh keterlibatan masyarakat.
Hal ini disampaikan Raja Juli saat membuka dialog di Menara Peninsula, Jakarta, Kamis (19/2) kemarin.
BACA JUGA: Polemik Revisi UU KPK: Sudding PAN Sebut Jokowi Pembohong
"Pembelajaran dari berbagai penjuru dunia menunjukkan sekali lagi yang berhasil menjaga hutan adalah negara-negara yang mampu bekerjasama dengan masyarakat menjadikan hutan tidak berjarak dengan masyarakat,” ujar Menhut dikutip Jumat (20/2).
Adapun, dialog berjudul Bergerak dari Tapak: Menyemai Perhutanan Sosial yang Inklusif untuk Hutan Lestari dan Masyarakat Sejahtera. Turut hadir Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Rut Kruger Giverin dalam acara.
BACA JUGA: Bela Jokowi soal Revisi UU KPK, PSI Ungkap 5 Partai Pengusul di DPR
Raja Juli mengatakan perhutanan sosial menjadi strategi pemerintah dalam mewujudkan kelestarian rimba, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pendekatan yang inklusif membuat masyarakat tidak lagi diposisikan sebagai pihak yang dijauhkan dari hutan, melainkan sebagai mitra utama negara.
BACA JUGA: Kronologi Lengkap Kasus AKBP Didik yang Terjerat Narkoba, Sontoloyo!
“Masyarakat bisa memanfaatkan hutan untuk kepentingan hidup mereka, tapi secara bersamaan juga memiliki komitmen untuk terus menjaga hutan secara lestari,” ujar Raja Juli.
Pemerintah, lanjut dia, terus memperluas akses perhutanan sosial, termasuk percepatan pengakuan rimba adat.
Eks Wakil Kepala Otorita IKN itu mengatakan pemerintah telah memiliki peta jalan yang jelas untuk merealisasikan target tersebut.
"Kami terus berkomitmen untuk terus memperbanyak akses perhutanan sosial, ada 8,3 juta hutan adat kita akan eksekusi lebih banyak lagi," kata Raja Juli.
Menhut menilai perhutanan sosial sebagai metode efektif dalam mengurangi kemiskinan, terutama bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Raja Juli menuturkan pihaknya dalam empat tahun ke depan akan menyalurkan 1,4 juta perhutanan sosial.
"Insyallah kalau kita memiliki sumber data manusia yang cukup, sumber dana yang cukup kita akan alokasikan hutan adat ini lebih banyak ke masyarakat,” ujar dia. (ast/jpnn)
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan




