Bisnis.com, JAKARTA – Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 menorehkan capaian positif dengan nilai transaksi Rp8,7 triliun, atau telah melampaui target awal yang sebesar Rp8 triliun.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung mengatakan, capaian positif pada gelaran IIMS 2026 menjadi bukti bahwa industri otomotif nasional masih memiliki daya tarik kuat dari masyarakat.
Menurutnya, kinerja tersebut diharapkan dapat menjadi modal penting bagi pelaku industri otomotif untuk menghadapi sisa tahun 2026 yang diproyeksikan masih dibayangi berbagai tantangan, baik dari sisi daya beli maupun dinamika ekonomi global.
Mengacu data yang diterima serta laporan akhir dari para merek peserta pameran, IIMS 2026 membukukan total transaksi sebesar Rp8,7 triliun. Sementara itu, total pengunjung pameran tembus 580.250 orang sepanjang gelaran IIMS 2026 pada 5–15 Februari 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
"Dyandra Promosindo sangat bangga dan bersyukur atas penyelenggaraan IIMS 2026 yang terlaksana dengan sukses. Kami juga berharap momentum positif ini terus bertumbuh di sepanjang tahun 2026," ujar Daswar dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).
Sebagai pembanding, angka transaksi pada tahun ini juga lebih tinggi dari gelaran IIMS 2025 yang diselenggarakan 13–23 Februari 2025 yang membukukan total transaksi senilai Rp8 triliun.
Baca Juga
- Daftar Mobil Rp200 Jutaan di IIMS 2026, dari Suzuki APV hingga BYD Atto
- Rekomendasi Mobil Hybrid di IIMS 2026: XL7 hingga Veloz
- Changan Andalkan Model Deepal 07 di Ajang IIMS 2026
Capaian positif sepanjang penyelenggaraan IIMS 2026 tak terlepas dari meningkatnya partisipasi peserta pameran. Tahun ini, tercatat sebanyak 62 merek otomotif yang berpartisipasi, terdiri atas 36 merek kendaraan roda empat dan 26 merek roda dua.
Sederet merek yang tampil meliputi pemain lama seperti Toyota, Honda, Suzuki, hingga Mitsubishi. Selain itu, ada juga sejumlah pabrikan baru asal China seperti Changan, iCar, Lepas, hingga Geely.
Selain itu, lanjutnya, performa impresif tersebut turut ditopang oleh ragam program yang dikemas lebih variatif, baik dari sisi promosi penjualan maupun hiburan, sehingga mampu menarik minat pengunjung secara lebih luas.
"Ke depan, Dyandra Promosindo berkomitmen untuk terus terbuka bagi banyak pihak guna mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional secara berkelanjutan,” pungkas Daswar.
Secara nasional, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat distribusi mobil wholesales pada Januari 2026 tembus 66.447 unit, atau naik 7% (year-on-year/yoy) dibandingkan capaian pada Januari 2025 sebesar 62.084 unit.
Sementara itu, penjualan ritel alias dari dealer ke konsumen sebanyak 66.936 unit pada periode yang sama, juga mengalami kenaikan 4,5% dibandingkan tahun sebelumnya 64.076 unit.





