VIVA – Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, buka suara terkait insiden oknum suporter Persib Bandung yang masuk ke lapangan seusai laga AFC Champions League Two melawan Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu 18 Februari 2026.
Erick memilih bersikap hati-hati menanggapi kejadian tersebut. Ia menilai langkah paling bijak adalah menunggu keputusan resmi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) sebagai penyelenggara turnamen.
"Yang bisa saya bilang, kejadian-kejadian seperti ini perlu diantisipasi. Tapi kita tunggu dari AFC-nya sendiri seperti apa penilaiannya. Tentu itu ada wilayah yang lebih tinggi lagi yang saya mungkin tidak mau berkomentar sebelum sanksinya nyata," kata Erick di Jakarta, Jumat.
Insiden itu juga mendapat sorotan dari pelatih Persib, Bojan Hodak. Ia menyesalkan aksi segelintir oknum yang dinilai merusak citra besar bobotoh yang selama ini dikenal tertib dan suportif.
"Mungkin di sini tadi ada sekitar 30 ribu suporter dan 29.900 dari mereka itu fantastis. Tidak mudah bermain di sini, jika kalian ingat laga melawan Bangkok United, di babak pertama kesulitan. Bisa dilihat juga tadi Ratchaburi tidak mudah bermain di sini dan itu keuntungan bagi kami," ucap Hodak.
"Tapi ada seratus orang yang merusak itu. Mereka datang untuk kepentingan pribadinya. Karena kami bisa saja didenda karena seratus orang atau bahkan itu kurang dari seratus orang. Mereka meneror semuanya," ia menambahkan.
Sebelumnya, sejumlah penonton dilaporkan masuk ke area lapangan setelah pertandingan berakhir. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat beberapa orang mengejar pemain tim tamu yang hendak menuju ruang ganti. Bahkan, seorang fotografer dari kubu Ratchaburi disebut sempat menjadi korban tendangan.
Aksi tersebut memicu gelombang kekecewaan dari warganet. Meski Persib menang 1-0 atas wakil Thailand, hasil itu tak cukup mengantar Maung Bandung melaju ke babak berikutnya karena kalah agregat 1-3 di babak 16 besar ACL Two.





