Hari Jumat masih pagi, tapi ratusan ribu umat Islam telah memenuhi Masjidil Haram, Makkah, untuk “mengamankan posisi” menunggu pelaksanaan salat Jumat berjemaah pada siang harinya.
“Masjidil Haram dipenuhi oleh arus besar jemaah yang melaksanakan salat Jumat pertama di bulan Ramadan, umat dari seluruh dunia memenuhi koridor dan halaman masjid sejak pagi hari,” lapor Saudi Press Agency (SPA), Jumat (20/2).
Selain jemaah salat, Masjidil Haram juga dipadati oleh jemaah umrah. Ramadan merupakan puncak musim umrah karena keutamaannya yang besar, sesuai hadis Nabi Muhammad Saw: Umrah di bulan Ramadan setara dengan haji bersamaku (HR. Bukhari dan Muslim).
Jemaah perlu mengamankan posisi sejak pagi karena beberapa jam sebelum salat Jumat, pintu di sejumlah titik yang mengakses halaman masjid raksasa itu akan ditutup. Jemaah yang "kesiangan" harus puas mengikuti salat di jalan, trotoar, atau pelataran hotel/toko.
Meski di bawah terik matahari, jemaah tetap berlomba untuk salat di sekitar Ka'bah, tepatnya di area mataf. Saat ini, area mataf diprioritaskan bagi jemaah yang menunaikan umrah.
SPA melaporkan, untuk mengakomodasi lautan jemaah tersebut, berbagai langkah organisasi komprehensif diterapkan.
Fokusnya pada pengelolaan arus jemaah, sanitasi, dan layanan panduan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pergerakan jemaah berjalan lancar sehingga para jemaah dapat menjalankan ibadah mereka dengan mudah.
Khotbah Salat JumatBertindak sebagai imam dan khotib salat Jumat di Masjidil Haram hari ini adalah Syaikh Abdullah Al-Juhani.
Salah satu imam tetap Masjidil Haram ini dalam khotbahnya mengingatkan jemaah bahwa kehidupan Nabi Muhammad dan para sahabatnya selama Ramadan ditandai dengan pengabdian aktif dan perbuatan baik.
Syaikh Al-Juhani menekankan bahwa tujuan ilahi dari puasa adalah meraih ketakwaan dan menjaga akhlak dari perbuatan yang dilarang. Dia juga mendorong umat Muslim untuk meneladani sunah Nabi, seperti menyegerakan berbuka puasa (iftar) dan mengakhirkan makan sahur.
Syaikh Al-Juhani menutup khotbah dengan ajakan kepada jemaah untuk memaksimalkan bulan yang penuh berkah ini melalui ibadah yang tekun dan perbuatan saleh. Dia mengingatkan bahwa Ramadan adalah periode khusus ketika doa-doa dijawab dan rahmat ilahi melimpah.





