Revitalisasi Taman Semanggi Telan Anggaran Rp 134 Miliar, Bukan dari APBD

jpnn.com
17 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memulai revitalisasi Taman Semanggi, Jakarta Pusat, pada Jumat (20/2).

Menurutnya, revitalisasi itu untuk menata ruang terbuka hijau (RTH) yang bekerja sama dengan PT Media Indra Buana melalui skema pembiayaan kreatif berbasis hak penamaan (naming rights).

BACA JUGA: Gandeng Swasta, Pramono Anung Targetkan Jakarta Punya CCTV Lengkap Tahun Ini

Dia menjelaskan bahwa Taman Semanggi merupakan kawasan bersejarah yang digagas Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Soekarno, pada 1962.

Bentuk simpang susun yang menyerupai empat helai daun semanggi merepresentasikan fungsi, konektivitas, dan transformasi, sekaligus nilai estetika dan kehidupan yang tetap relevan hingga saat ini.

BACA JUGA: Pramono Bakal Cabut Izin Lapangan Padel yang Menganggu Kenyamanan Warga

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin kawasan ini benar-benar menjadi tempat yang ikonik dan dapat dimanfaatkan oleh semua orang dengan baik. Taman Semanggi akan menjadi simbol regenerasi dari gagasan Bung Karno yang tetap kontekstual dengan kebutuhan Jakarta hari ini,” ungkap Pramono.

Menurutnya, konsep revitalisasi Taman Semanggi mengusung tiga pendekatan utama.

BACA JUGA: Pramono Usul Lebaran Betawi di Lapangan Banteng, Bukan di Monas

Pertama, regeneration, yakni pemulihan ekologi kawasan melalui penataan lanskap dan penanaman vegetasi.

Kedua, reconnection, yaitu penguatan keterhubungan antarruang agar kawasan taman seluas kurang lebih enam hektare ini dapat diakses dengan lebih mudah, aman, dan nyaman.

“Kemudian, ada reactivation, yaitu mengaktifkan kembali kawasan taman agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh kelompok masyarakat. Yang paling penting, seluruh penataan ini dilakukan tanpa mengganggu lalu lintas yang ada. Kawasan Semanggi merupakan koridor transportasi utama sekaligus wajah Jakarta,” jelasnya.

Lebih lanjut, eks Sekretaris Kabinet itu menyampaikan pembangunan kawasan tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp 134 miliar yang sepenuhnya tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Skema tersebut memungkinkan pembangunan berjalan tanpa membebani kas daerah sekaligus menjamin keberlanjutan pengelolaan taman ke depan.

“Melalui revitalisasi, kawasan ini akan ditata menjadi ruang publik yang aktif, terintegrasi, dan inklusif dengan menghubungkan fungsi ekologi, mobilitas pejalan kaki dan pesepeda, serta aktivitas sosial masyarakat,” jelas Pramono Anung.

Adapun, Taman Semanggi memiliki luas sekitar enam hektare yang tersebar di empat sisi kawasan Simpang Susun Semanggi.

Nantinya, taman ini akan dilengkapi berbagai fasilitas publik, seperti jalur pedestrian, area olahraga, plaza kegiatan, ruang komunal, elemen air, serta kolam resapan dan tampungan air guna meningkatkan kualitas lingkungan dan pengelolaan limpasan air hujan. (mcr4/jpnn)


Redaktur : Dedi Yondra
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tito Tegaskan Percepat Relokasi Huntara bagi Warga Terdampak Banjir Aceh Utara
• 13 jam lalueranasional.com
thumb
Sambut Bulan Kasih Sayang, Ini Deretan Blockbuster & Serial Hits di CATCHPLAY+
• 6 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Penyebab Kenaikan Harga Cabai di Jatim Awal Ramadan 2026
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Uang Rp700 Ribu Dicuri, Nenek Atnah Penjual Nasi Uduk Sudah Ikhlas dan Siap Jualan Lagi
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Kasus Investasi Bodong Sampang, Rohmah Akui Utang Pribadi dan Sebut Adiknya Tak Terlibat
• 5 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.