Kalau kita sering dengar kata patriarki, pernah nggak sih kepikiran: “Loh, kalau ada patriarki, berarti ada matriarki dong?” Tapi anehnya, istilah matriarki jarang banget muncul di obrolan sehari-hari. Kok bisa?
Sebelum makin jauh, kita pahami dulu.
Secara sederhana, matriarki adalah sistem sosial di mana perempuan memegang peran dominan dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan. Kalau patriarki menempatkan laki-laki sebagai pusat kekuasaan, matriarki sering dianggap kebalikannya.
Tapi, di sinilah banyak orang salah paham. Matriarki bukan sekadar “perempuan lebih berkuasa dari laki-laki.” Dalam kajian sosial dan antropologi, sistem yang benar-benar menempatkan perempuan sebagai penguasa penuh itu sangat jarang ditemukan.
Yang lebih sering ada justru sistem matrilineal, yaitu garis keturunan diambil dari pihak ibu. Atau matrifokal, di mana ibu menjadi pusat keluarga. Tapi itu beda dengan matriarki yang berarti perempuan menguasai struktur kekuasaan secara menyeluruh.
Kenapa Jarang Dibahas?Alasan paling simpel: karena secara global, sistem yang dominan memang patriarki. Banyak struktur sosial, politik, dan budaya dibentuk dalam pola yang memberi laki-laki posisi lebih tinggi dalam pengambilan keputusan.
Karena itulah, istilah patriarki lebih sering muncul dalam diskusi soal ketimpangan gender. Dampaknya terasa luas, dari dunia kerja sampai kehidupan rumah tangga.
Sementara matriarki? Secara historis, contoh sistem yang benar-benar matriarkal jumlahnya sangat terbatas. Jadi bukan karena sengaja “ditutup-tutupi”, tapi memang fenomenanya tidak sebanyak patriarki
Apakah Feminisme Ingin Matriarki?Ini juga sering jadi salah paham. Ada anggapan bahwa gerakan kesetaraan gender ingin mengganti patriarki dengan matriarki. Padahal, tujuan utamanya bukan membalik dominasi, tapi menghapus ketimpangan. Kesetaraan bukan berarti perempuan menguasai laki-laki, tapi memberi ruang yang adil bagi semua orang. Jadi, membicarakan matriarki bukan soal ingin menukar posisi kekuasaan, melainkan memahami bagaimana sistem sosial bekerja.
Jadi, Perlu Nggak Bahas Matriarki?Perlu. Karena memahami matriarki membantu kita melihat bahwa sistem sosial itu bisa berbeda-beda bentuknya. Dunia tidak selalu hitam putih antara “laki-laki berkuasa” atau “perempuan berkuasa”.
Dengan memahami konsep ini, kita jadi lebih kritis melihat realitas. Kenapa satu sistem lebih dominan? Kenapa istilah tertentu lebih populer? Dan yang paling penting, bagaimana kita bisa menciptakan relasi yang lebih setara tanpa harus saling menjatuhkan.
Pada akhirnya, matriarki jarang terdengar bukan karena tidak penting, tapi karena memang tidak menjadi sistem yang dominan dalam sejarah global. Namun, mempelajarinya tetap relevan untuk memperluas cara pandang kita tentang kekuasaan dan gender.





