JAKARTA, KOMPAS.TV - Eks Dubes RI untuk Tunisia, Ikrar Nusa Bhakti menilai partisipasi Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, "tidak mungkin" akan berujung pada perdamaian Palestina.
Ikrar pun mengkritik keterlibatan Indonesia dalam BoP serta pasukan International Stabilization Forces (ISF) yang akan diterjunkan ke Gaza.
Pengamat politik itu menilai, selama BoP dipimpin Trump, lembaga tersebut berkemungkinan akan membela kepentingan Israel.
Mantan peneliti politik LIPI itu juga menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto serta BoP yang dinilai tidak menyebutkan langkah-langkah konkret untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina.
"Nggak mungkin (mendamaikan Palestina), Presiden Prabowo tidak pernah menyatakan bagaimana langkah Indonesia memperjuangkan kemerdekaan Palestina," kata Ikrar dalam program Bola Liar KompasTV, Jumat (20/2/2026).
Baca Juga: Seskab Sebut Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace Bukti Nyata Dukung Perdamaian di Gaza
"Prabowo dan Menlu Sugiono hanya berbicara mengenai bahwa kita two-state solution (solusi dua negara), tapi how?"
Lebih lanjut, Ikrar juga menyoroti absennya negara-negara Arab dan Eropa dalam ISF.
Negara-negara sekutu AS di Eropa Barat diketahui menolak bergabung dengan Board of Peace bentukan Trump.
Sementara itu, dari lima negara yang menyatakan akan mengirim pasukan dalam ISF, hanya Maroko yang berasal dari Timur Tengah.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- board of peace
- pasukan perdamaian gaza
- international stabilization forces
- ikrar nusa bhakti
- israel palestina





