Liverpool, VIVA – Penyerang Hugo Ekitike berbagi kisah personalnya dalam wawancara terbaru bersama Liverpool, khususnya tentang bagaimana ia memaknai bulan suci Ramadhan sebagai seorang Muslim.
Dalam wawancara tersebut, Ekitike secara terbuka memperkenalkan dirinya dan latar belakang keyakinannya.
“Perkenalkan, saya Hugo Ekitike dan saya seorang Muslim,” ujar Ekitike dilansir media sosial Liverpool.
Ramadhan, Bulan untuk Mendekatkan Diri
Menurut Ekitike, Ramadhan memiliki makna yang sangat dalam, bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperbaiki diri.
“Saya pikir ini adalah bulan yang baik untuk lebih mendekatkan diri dengan agama dan kerabat Anda, melakukan perbuatan baik, dan menjadi lebih murni daripada biasanya,” tuturnya.
Puasa dan Tradisi Keluarga
Saat ditanya tradisi yang paling ia nantikan selama Ramadhan, Ekitike menegaskan bahwa puasa adalah bagian utama yang selalu ia jalani dengan penuh kesadaran.
“Yang jelas saya akan berpuasa. Menjalani puasa selama sebulan, menerima tamu di rumah, makan malam bersama, dan menjadi lebih dekat dengan Tuhan daripada biasanya,” katanya.
Meski begitu, ia menekankan bahwa kedekatan dengan Tuhan tetap ia jaga, tidak hanya saat Ramadhan.
Dukungan Keluarga dan Klub
Dukungan dari keluarga menjadi faktor penting bagi Ekitike dalam menjalani ibadah puasa. Ia mengungkapkan bahwa banyak anggota keluarganya yang juga beragama Islam.
“Banyak orang di keluarga saya yang Muslim, jadi ini cukup mudah. Mereka berpuasa bersama saya. Kami mengisi hari dengan belajar tentang agama, menghabiskan waktu bersama, dan berbagi makanan.”
Tak hanya dari keluarga, dukungan juga datang dari lingkungan profesionalnya. Ekitike menyebut Liverpool sangat memahami dan mendukung para pemain Muslim selama bulan Ramadhan.
“Ada beberapa Muslim di tim ini. Klub Liverpool akan membantu kami selama sebulan ini. Kami sudah membicarakannya dan mendapat dukungan 100 persen dari klub. Saya sangat menantikannya.”
Pelajaran Setelah Ramadhan
Bagi Ekitike, Ramadhan juga menjadi momen refleksi diri yang mendalam. Ia merasa bulan suci ini membantunya menjadi pribadi yang lebih tenang dan sabar.





