Jakarta, ERANASIONAL.COM – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa penandatanganan perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat menjadi momen bersejarah karena dilakukan langsung oleh kedua kepala negara. Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump duduk bersama dan menandatangani dokumen kesepakatan tersebut secara langsung, sesuatu yang disebut Teddy sebagai capaian diplomasi penting bagi Indonesia.
Menurut Teddy, perjanjian ini tidak hanya mencerminkan kesepakatan ekonomi, tetapi juga menunjukkan efektivitas diplomasi personal yang dijalankan Prabowo. Ia menyebut dalam hubungan antarnegara, faktor kedekatan personal antar pemimpin memiliki peran signifikan untuk mempercepat tercapainya titik temu dalam negosiasi yang kompleks.
“Dalam perundingan antarnegara, kedekatan personal diperlukan untuk memperoleh kesepakatan bersama yang saling menguntungkan kedua belah pihak,” tulis Teddy melalui akun resmi Sekretariat Kabinet, dikutip Jumat (20/2).
Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo secara aktif menjalankan diplomasi langsung dengan sejumlah kepala negara, termasuk Presiden Trump. Pendekatan ini dinilai mampu membuka ruang komunikasi yang lebih cair dan fleksibel dibandingkan sekadar pertemuan teknis di level menteri atau pejabat tinggi.
Penandatanganan tersebut disebut menjadi momen istimewa karena di hari yang sama terdapat lebih dari 15 kepala negara yang hadir dalam rangkaian agenda internasional. Namun, menurut Teddy, hanya Indonesia yang mencapai tahap penandatanganan langsung dengan Presiden Amerika Serikat.
“Perjanjian dagang dengan Amerika Serikat sebagai salah satu negara super power dan terkuat di dunia menjadi sejarah karena ditandatangani langsung oleh kedua kepala negara,” ujar Teddy.
Ia juga menyinggung bahwa dalam proses menuju kesepakatan, terdapat pembicaraan tertutup antara kedua pemimpin yang membahas kepentingan strategis masing-masing negara. Meski detailnya tidak diungkapkan ke publik, Teddy menekankan bahwa seluruh proses diarahkan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.
Sementara itu, Teddy menegaskan bahwa Presiden Prabowo menjalankan perannya sebagai kepala negara melalui diplomasi aktif, tidak hanya dalam forum multilateral, tetapi juga melalui komunikasi bilateral intensif. Ia menyebut pendekatan ini sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan global.
Dalam konteks geopolitik yang dinamis, hubungan Indonesia dan Amerika Serikat memang memiliki dimensi strategis yang luas, mulai dari perdagangan, investasi, pertahanan, hingga stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Dengan penandatanganan langsung ini, Indonesia menunjukkan kesiapan untuk menjadi mitra sejajar dalam kerja sama ekonomi global.
Bagi pemerintah, keberhasilan ini dipandang sebagai bukti bahwa pendekatan diplomasi langsung tetap relevan dalam era modern. Teddy menegaskan bahwa Presiden Prabowo berkomitmen memperjuangkan kepentingan nasional dalam setiap forum internasional, termasuk melalui komunikasi personal dengan para pemimpin dunia.
Dengan penandatanganan perjanjian dagang secara langsung oleh kedua kepala negara, Indonesia mencatatkan babak baru dalam hubungan bilateral dengan Amerika Serikat. Pemerintah berharap kesepakatan ini menjadi fondasi kuat bagi peningkatan perdagangan, investasi, dan kerja sama strategis yang berkelanjutan, serta mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat luas.





