Jakarta, tvOnenews.com - Jagat media sosial heboh usai viralnya sebuah video yang melihatkan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas.
Tyas menjadi sorotan setelah memamerkan status anaknya yang kini memiliki paspor warga negara Inggris.
“Aku tahu dunia terlihat enggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” ucap Tyas mengutip akun X @blaugrana1O.
"Jujur, kalau aku sih memang capek jadi WNI. Tapi, sebagai penerima beasiswa uang rakyat, sudah seharusnya aku menyuarakan kepentingan rakyat," ucap Tyas.
Video tersebut langsung viral dan mendapatkan banyak kecaman dari netizen.
Banyak yang menyayangkan tindakan Tyas yang merupakan alumni LPDP namun dianggap justru menjelekkan status WNI.
Setelah video tersebut viral, Tyas akhirnya meminta maaf.
"Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi," tulis Tyas.
Lalu siapa sebenarnya Dwi Sasetyaningtyas? Berikut tvOnenews rangkum soal sosok Tyas.
Tyas bukanlah orang sembarangan, ia dikenal sebagai aktivis sosial di Indonesia.
Ia menempuh pendidikan di Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) sebelum akhirnya menerima beasiswa LPDP ke Delft University of Technology, Belanda mengambil jurusan Sustainable Energy Technology.
Dari tahun 2015 hingga 2017 Tyas menempuh pendidikan dengan beasiwa LPDP. Setelah lulus ia mengaku kembali ke Indonesia dan memberikan pengabdian.
"Selama enam tahun aku menetap di Indonesia untuk memenuhi kewajiban sebagai penerima beasiswa dan berkontribusi kembali untuk Indonesia dan masih berlangsung hingga hari ini," ungkap Tyas dalam akun Instagramnya.
Tyas diketahui membuat platfom pengembangan energi surya di Pulau Sumba secara gratis.
Ia juga memiliki bisnis untuk mendukung UMKM. Tyas juga dikenal sebagai pemilik platform Kawan Kompos untuk pengelolaan sampah organik.
Tak hanya itu, sosok Tyas diketahui sebagai orang yang menginisasi penanaman 10 ribu pohon bakau di berbagai pesisir pantai di Indonesia.
Tyas juga berperan aktif dalam pembangunan sekolah di NTT.




