Fakta-fakta Kesepakatan Dagang Prabowo dengan Trump

kumparan.com
17 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah komoditas asal Indonesia yang masuk ke pasar Amerika Serikat (AS) diberlakukan tarif timbal balik sebesar 19 persen. Hal itu setelah Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi meneken Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington, D.C. pada Kamis (19/2) waktu setempat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kesepakatan tersebut merupakan hasil perundingan panjang sejak kebijakan tarif resiprokal diumumkan pada April 2025.

Sepanjang 2025, pemerintah Indonesia telah mengirimkan empat surat resmi, dan sekitar 90 persen proposal yang diajukan disetujui pihak AS. Airlangga mengatakan, setelah penandatanganan di tingkat kepala negara, rincian teknis beserta lampiran perjanjian akan dibahas lebih lanjut di kantor United States Trade Representative.

Ada 1.819 Komoditas RI yang Dapat Tarif 0 Persen

Dalam skema ART, sekitar 1.819 pos tarif produk Indonesia memperoleh fasilitas preferensi, meliputi sektor pertanian dan manufaktur seperti sawit, kopi, kakao, rempah, elektronik, semikonduktor, hingga komponen pesawat. Produk-produk ini berpeluang masuk pasar AS dengan tarif sampai 0 persen.

Selain itu, sektor pakaian dan tekstil juga mendapatkan tarif nol persen melalui skema tariff-rate quota (TRQ), yang diprediksi memberikan manfaat langsung bagi sekitar 4 juta tenaga kerja serta berdampak pada lebih dari 20 juta penduduk Indonesia.

RI Beri Tarif 0 Persen untuk Sejumlah Komoditas AS

Sebagai bagian dari asas timbal balik, Indonesia juga menetapkan tarif nol persen untuk sejumlah komoditas asal AS, termasuk gandum dan kedelai. Airlangga menyatakan kebijakan ini dapat membantu menjaga stabilitas harga pangan dalam negeri, terutama bahan baku mi, tahu, dan tempe, sehingga tidak membebani konsumen.

“Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari Amerika Serikat,” ucap Airlangga.

Selain itu, bea masuk atas transaksi elektronik juga ditiadakan, seperti yang tertera dalam Kesepakatan kedua negara dalam World Trade Organization (WTO). Tak hanya AS, kebijakan serupa juga diberikan kepada negara-negara Eropa.

RI Permudah Akses dan Hilangkan Izin Masuk bagi Produk dari AS

Lebih lanjut, Indonesia juga turut memberikan kemudahan dalam proses perizinan impor serta penyesuaian standar bagi produk industri dan pertanian dari AS. Berbagai hambatan, baik tarif maupun non-tarif, akan dipangkas, sekaligus menghadirkan kepastian berusaha di sektor teknologi informasi dan komunikasi (ICT), kesehatan, dan farmasi.

Selain itu, kesepakatan tersebut mencakup ketentuan yang memungkinkan perubahan perjanjian melalui persetujuan tertulis kedua negara. Terdapat pula mekanisme penyesuaian tarif yang dapat dibahas lebih lanjut melalui Council of Board yang akan dibentuk.

RI Beli Produk Energi hingga Pesawat dari AS

Ada kesepakatan komersial senilai USD 33 miliar dalam investasi di bidang energi, kedirgantaraan, dan pertanian. Rinciannya yaitu Indonesia akan membeli komoditas energi AS senilai USD 15 miliar.

Lalu, pengadaan pesawat komersial dan barang atau jasa terkait penerbangan senilai USD 13,5 miliar termasuk dari Boeing. Kemudian Indonesia bakal membeli produk pertanian AS senilai lebih dari USD 4,5 miliar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pihak Inara Rusli Sebut Wardatina Mawa Bukan Siapa-siapa Tanpa Kliennya, Emma Waroka Ikut Komentar, Singgung UU ITE
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Ajukan Amicus Curiae untuk Terdakwa Kasus Minyak Mentah, Mantan Jamintel Soroti Tuntutan JPU
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Ikuti Jejak Inara Rusli? Insanul Fahmi Berencana Akan Laporkan Wardatina Mawa ke Komnas Anak, Imbas Dipersulit Temui Buah Hati
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Rumah di Kalumbuk Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp500 Juta
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Dukung Program SEMANTIK Komdigi, Telkomsel Terapkan Registrasi Biometrik Wajah untuk Nomor Seluler Baru
• 6 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.