Kualitas Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Kualitas udara Jakarta pada Sabtu, 21 Februari 2026, masuk kategori tidak sehat. Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.25 WIB, Jakarta berada di posisi ketujuh terburuk di dunia dengan angka 161 -- yang mengindikasikan tidak sehat dan berisiko bagi kesehatan kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia dan penderita gangguan pernapasan. 

Polusi udara tercatat PM2.5 mencapai 70 mikrogram per meter kubik—tingkat yang berisiko terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta penderita gangguan pernapasan. Paparan dalam kadar tersebut juga dapat berdampak pada hewan sensitif, tanaman, hingga menurunkan kualitas estetika lingkungan.

Baca Juga :
Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Terburuk Kedua di Dunia
Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Masuk Kategori Tidak Sehat, Peringkat 5 Terburuk Dunia

Dalam skala kualitas udara, rentang PM2.5 sebesar 0–50 dikategorikan baik dan tidak menimbulkan dampak berarti bagi kesehatan maupun lingkungan. Rentang 51–100 dinilai sedang, sementara 200–299 tergolong sangat tidak sehat karena berpotensi merugikan sejumlah kelompok populasi. Adapun level 300–500 masuk kategori berbahaya dengan risiko kesehatan serius secara luas.

Secara global, kota dengan kualitas udara terburuk pagi ini ditempati Kabul (Afghanistan) dengan indeks 370. Disusul Lahore (Pakistan) di angka 238, Dhaka (Bangladesh) 233, dan Kolkata (India) 230. Delhi dan Mumbai di India, Hanoi (Vietnam), Chengdu serta Beijing di China juga berada dalam daftar sepuluh besar kota berpolusi tertinggi.

Melihat kondisi tersebut, masyarakat diimbau membatasi aktivitas luar ruang, menggunakan masker, menutup ventilasi rumah saat kualitas udara memburuk, serta memanfaatkan penyaring udara bila tersedia.

Di sisi kebijakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim tengah menjalankan tiga strategi utama untuk menekan polusi. Salah satunya memperluas layanan Transjabodetabek guna mengurangi ketergantungan kendaraan pribadi, termasuk rute Blok M–Alam Sutera, Blok M–PIK 2, serta rencana Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik. Pemprov bahkan telah menerapkan kebijakan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat tertentu.

Selain sektor transportasi, pengelolaan sampah menjadi fokus lain. Pemprov mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah ITF di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat, yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun ini sebagai bagian dari upaya jangka panjang memperbaiki kualitas udara ibu kota.

Baca Juga :
Kualitas Udara Jakarta Masuk 11 Terburuk di Dunia
Bukan Cuma Pneumonia, Paus Fransiskus Berjuang dengan 6 Penyakit Ini Sebelum Meninggal
Kualitas Udara di DKI Jakarta Pagi Ini Terburuk ke-36 di Dunia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eks Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Dihukum Penjara Seumur Hidup Karena Berlakukan Darurat Militer
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Jadwal Liga Inggris Malam Ini (21-22 Februari): Laga Krusial Aston Villa vs Leeds dan Man City vs Newcastle
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Bahlil: Perpanjangan Izin Freeport untuk Eksplorasi Cadangan Baru
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Surya Paloh Tanggapi Santai Kader NasDem Pindah ke PSI: Mungkin Sudah Jenuh
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Jadi Kru Pemotretan, 13 WN Tiongkok dan Malaysia Dideportasi
• 11 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.