Jakarta: Konsumsi karbohidrat dalam jumlah besar saat sahur bukan langkah yang tepat untuk menahan lapar selama berpuasa. Hal itu disampaikan oleh dokter dan ahli gizi masyarakat Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum.
Tan juga meluruskan anggapan banyak orang selama ini, bahwa memperbanyak porsi nasi (karbohidrat) atau makanan manis saat sahur bisa membuat tubuh lebih kuat menjalani puasa. Nyatanya, pola itu justru memicu rasa lapar lebih cepat.
"Yang pasti jadi gampang lapar karena cepat dicerna jadi gula darah. Tergantung juga dengan jenis karbonya,” kata Tan dikutip dari Antara, Sabtu, 21 Februari 2026.
Ahli gizi lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tersebut menyampaikan, karbohidrat sederhana seperti gula pasir dan sirup cepat meningkatkan kadar gula darah. Kemudian, tubuh memproduksi insulin untuk menurunkan gula tersebut sehingga kadar gula darah bisa turun kembali dalam waktu singkat dan memicu rasa lapar.
Baca Juga :
Pedagang Takjil di Medan dan Polman Raup Untung Tinggi selama RamadanTan lebih menyarankan memilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, atau jagung. Sebab, lebih lambat dicerna.
Ilustrasi sayuran. Foto: Dok. MI.
"Jika karbo kompleks seperti nasi merah, ubi, jagung, biasanya kita tidak mungkin makan banyak-banyak," sebut Tan.
Selain itu, Tan mengingatkan penting memenuhi asupan serat yang cukup saat sahur. Serat akan membantu memberikan rasa kenyang lebih lama dan menjaga gula darah tetap stabil sepanjang hari.




