PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan ini, yakni periode 16-20 Februari 2026 naik 0,72 persen. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengatakan perdagangan di bursa sepekan ini ditutup pada zona positif.
"Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan juga mengalami kenaikan sebesar 0,72 persen sehingga ditutup pada level 8.271,767, dari posisi 8.212,271 pada pekan lalu," kata Kautsar melalui keterangan tertulis, Sabtu (21/2).
Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian sebesar 11,99 persen menjadi 3,06 juta kali transaksi, dari 2,73 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Kemudian, peningkatan juga dialami rata-rata volume transaksi harian BEI yaitu sebesar 3,87 persen menjadi 47 miliar lembar saham, dari 45,24 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian juga meningkat sebesar 3,02 persen menjadi Rp 23,89 triliun, dari rata-rata pekan lalu sebesar Rp 23,19 triliun.
Selain itu, kapitalisasi pasar BEI juga mengalami peningkatan sebesar 0,35 persen menjadi Rp 14.941 triliun, dari Rp 14.889 triliun pada pekan sebelumnya.
Per Jumat (20/2), investor asing mencatatkan nilai beli bersih Rp 240,57 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih mencapai Rp 14,42 triliun.
Pencatatan ObligasiSelama periode 16-20 Februari 2026, Kautsar menyebutkan teradapat 1 pencatatan obligasi di BEI yakni Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap II Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Energi Mega Persada Tbk Pada Rabu (18/2).
Obligasi tersebut memiliki jumlah pokok di BEI sebesar Rp 1.150.200.000.000,00 dan hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk obligasi tersebut yaitu idA+ (Single A Plus) dengan Wali Amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
"Dengan pencatatan obligasi tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2025 adalah 20 emisi dari 13 emiten senilai Rp15,71 triliun," jelas Kautsar.
Hingga kini, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 672 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 549,76 triliun dan USD 134,010595 juta yang diterbitkan oleh 133 emiten.





