Perjanjian Tarif Disepakati, Bahlil: Tak Ada Relaksasi Aturan untuk Investor AS

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa bagi perusahaan Amerika Serikat yang akan berinvestasi di Indonesia tetap harus mengikuti aturan yang berlaku.

Perjanjian Tarif Disepakati, Bahlil: Tak Ada Relaksasi Aturan untuk Investor AS. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang akan berinvestasi di Indonesia tetap harus mengikuti aturan yang berlaku, meskipun kedua negara telah menandatangani perjanjian perdagangan.

Bahlil menegaskan hal tersebut karena Indonesia menganut prinsip ekonomi bebas aktif, yang berarti memberikan kesempatan yang sama kepada semua negara untuk berinvestasi, termasuk Amerika Serikat, khususnya di sektor mineral kritis.

Baca Juga:
Bahlil Perintahkan Proyek Migas di Bawah Rp100 Miliar Prioritas Digarap Pengusaha Daerah

“Indonesia menganut asas ekonomi bebas aktif. Artinya, kita memberikan ruang yang sama kepada semua negara, termasuk Amerika dan beberapa negara lain, untuk melakukan investasi di Indonesia, khususnya di sektor mineral kritis, dengan tetap menghormati aturan-aturan yang berlaku di negara kita,” jelas Bahlil di Washington, D.C., Jumat (20/2/2026).

Dalam kesempatan itu, Bahlil juga menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia akan memfasilitasi perusahaan yang ingin berinvestasi, termasuk dalam pembangunan fasilitas pemurnian mineral sebagai bagian dari upaya mendorong hilirisasi di dalam negeri.

Baca Juga:
Prabowo Didampingi Bahlil dan Teddy Saat Kunker ke AS, Siap Teken Kesepakatan Tarif Trump

“Kita telah bersepakat untuk memfasilitasi pengusaha-pengusaha di Amerika Serikat yang ingin melakukan investasi, dengan tetap menghormati aturan-aturan yang berlaku di negara kita. Namun, kita juga akan memberikan prioritas dukungan dan fasilitasi dalam rangka eksekusinya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bahlil menekankan bahwa kebijakan tersebut tidak berarti Indonesia akan membuka kembali ekspor bahan mentah. Sebaliknya, Indonesia tetap mendorong pemurnian di dalam negeri sesuai kebijakan hilirisasi.

Baca Juga:
Bahlil Pastikan Indonesia Akan Beli BBM hingga LPG dari AS, Nilainya Rp253 Triliun

“Jadi, jangan diartikan bahwa kita akan membuka ekspor barang mentah. Tidak. Yang dimaksud di sini adalah, setelah melakukan pemurnian, hasilnya dapat diekspor,” tegas Bahlil.

Bahlil menambahkan, pemerintah Indonesia juga telah melakukan pemetaan wilayah yang memiliki potensi pertambangan dan siap ditawarkan kepada investor, dengan tetap menjaga kepentingan nasional.

“Kami telah melakukan pemetaan terhadap lokasi-lokasi yang prospektif, dan perusahaan-perusahaan yang ingin masuk akan kita fasilitasi,” pungkasnya.

(Shifa Nurhaliza Putri)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Head to Head Persib vs Persita: Dominasi Maung Bandung Selama 13 Tahun Terhenti di Putaran Pertama Super League
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Survei: Sentimen Konsumen AS di Februari 2026 Melempem
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Oleh-Oleh Prabowo dari AS, Tarif Turun hingga Saham Freeport Naik
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Kata Pakar, Alien Pantau Manusia Bumi-Pernah Kirim Sinyal Saat PD II
• 42 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Kerry Anak Riza Chalid Harap Divonis Bebas dalam Kasus Minyak Mentah
• 14 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.