Polisi masih melakukan pendalaman terkait dugaan bullying yang menimpa AM (16) anak berkebutuhan khusus (ABK) yang merupakan siswa salah satu sekolah di kawasan Wonokromo, Surabaya.
AKBP Melatisari Kasat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polrestabes Surabaya mengatakan, pihaknya baru mendapat keterangan dari korban yang sempat dirawat di rumah sakit.
“Kami baru bisa memintai keterangan korban Rabu (18/2/2026) kemarin. Karena korban masih dirawat di rumah sakit,” katanya, dikonfirmasi suarasurabaya.net, Jumat (20/2/2026).
Melati mengatakan, polisi belum bisa menyimpulkan apakah dugaan pemukulan ini merupakan kategori bullying atau bukan. Karena, informasi yang didapat baru dari keluarga korban dan pihak sekolah.
“Kalau pihak sekolah jawabannya normatif ya. Mereka mengetahui dan membenarkan adanya pemukulan itu. Tapi pihak sekolah tidak mengetahui penyebab dari pemukulan itu,” ungkapnya.
Sementara berdasar dari keterangan pihak keluarga korban, lanjut Melati, AM termasuk ABK yang cukup pendiam dan jarang mengamuk.
Katanya, AM baru akan bereaksi terhadap sesuatu atau seseorang ketika dia merasa terganggu.
“Kalau keterangan keluarga, AM ini kalau nggak ada yang mulai, dia nggak akan balas. Sementara perkembangan perkaranya belum terlalu jauh, karena masih proses penyelidikan,” tambahnya.
Adapun pekan depan, pihak kepolisian akan memintai keterangan terhadap murid-murid lain yang terlibat dalam dugaan bullying tersebut.(kir/iss)




