JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi V DPR Lasarus setuju dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto bahwa keberadaan minimarket yang sudah merajalela harus disetop demi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Lasarus pun meminta Yandri segera menyiapkan roadmap untuk menghentikan minimarket.
Hal tersebut Lasarus sampaikan saat Komisi V DPR sedang rapat bersama Mendes di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada 12 November 2025 silam.
"Jadi, saya berharap Pak Menteri harus ada roadmap juga, Pak, untuk menghentikan Indomaret dan Alfamart ini, seperti apa nanti kita pemerintah mengambil ini," ujar Lasarus.
Hanya saja, Lasarus mengingatkan bahwa Yandri akan menghadapi suatu tantangan besar dalam menghentikan penyebaran minimarket.
Baca juga: Mendes: Kalau Koperasi Desa Sudah Jalan, Minimarket Harus Stop, Kekayaannya Terlalu!
Sebab, politikus PDIP ini meyakini bahwa pebisnis sudah mulai memikirkan langkah lanjutan demi mengantisipasi rencana pemerintah ini.
"Tentu saya yakin, Pak Menteri akan berhadapan dengan tantangan yang tidak ringan di luar ya. 'Wah, ini Pak Lasarus dengan Pak Yandri ini punya kolaborasi bikin susah bisnis kita ini'. Ah, sudah mulai mengobrol dia. Kita hadapi dengan baik Pak Yandri ya," tuturnya.
Lebih jauh, Lasarus berpandangan, BUMDes dan Kopdes Merah Putihlah yang lebih penting untuk masyarakat desa.
Dia memerintahkan Yandri untuk bisa mendominasi desa dengan Kopdes dan BUMDes saja.
"Dominasi lah desa itu dengan BUMDes, kita dukung Pak Menteri, kita dukung sepenuhnya," ucap Lasarus.
Baca juga: Prabowo Yakinkan Investor Global di Washington DC, Kepastian Hukum Jadi Pilar Kepercayaan Pasar
Pemerintah mau setop minimarketDalam kesempatan yang sama, sebelumnya Yandri telah menyampaikan bahwa, jika Kopdes Merah Putih sudah berjalan, maka penyebaran bisnis minimarket harus disetop.
"Saya setuju sekali di forum terhormat ini, Pak Ketua, kalau Kopdes itu sudah berjalan, sejatinya Alfamart dan Indomaret setop," ujar Yandri.
Yandri menegaskan, pemerintah harus berpihak ke masyarakat desa.
Dia menekankan, minimarket sudah terlalu merajalela, dan bahkan bisa menjadi ancaman untuk Kopdes Merah Putih.
Menurut Yandri, kekayaan dari pemilik minimarket sudah cukup besar karena dibiarkan merajalela selama ini.
Baca juga: Seskab Teddy: Prabowo Satu-satunya Kepala Negara Gelar Bilateral Bareng Trump Usai Teken Tarif Resiprokal
"Buat apa kita membangun Kopdes, tapi Alfamart sama Indomaret atau sejenisnya merajalela? Ya itu artinya ya tidak apple to apple sebenarnya, kalau mereka sudah sangat besar sangat monopoli selama ini, ya tentu akan menjadi ancaman bagi Kopdes," tuturnya.
"Saya setuju Kopdes jalan, Alfamart cukup sampai di situ, sudah 20.000 lebih Alfamart dan Indomaret. Dan luar biasa itu merajalelanya, dia lagi, dia lagi, dia lagi. Betul itu. Kekayaannya sudah terlalu menurut saya untuk Republik ini," sambung Yandri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




