TABLOIDBINTANG.COM - Bertepatan dengan hari pertama bulan suci Ramadan 2026, bioskop Tanah Air kedatangan tiga film Indonesia terbaru.
Namun alih-alih mencetak pembukaan manis, ketiganya justru harus menerima kenyataan pahit: tak ada satu pun yang mampu menembus 10 ribu penonton di hari pertama tayang.
Berdasarkan data perolehan penonton hari pertama Asrama Putri hanya meraih 3.078 penonton, Taneuh Kalaknat lebih rendah lagi 1.265 penonton, sementara Antara Cinta, Mama dan Surga* menjadi yang tertinggi 9.810 penonton.
Padahal, dalam kondisi normal, angka 10 ribu penonton di hari pertama termasuk capaian minimal yang kerap dijadikan patokan untuk membaca potensi keberlanjutan sebuah film di bioskop.
Ramadan Diduga Jadi Faktor Utama
Momentum hari pertama puasa ditengarai menjadi penyebab utama sepinya bioskop. Tradisi masyarakat Indonesia yang lebih memilih beribadah, berkumpul bersama keluarga, atau membatasi aktivitas hiburan di awal Ramadan berdampak langsung pada okupansi layar lebar.
Tak hanya tiga film baru tersebut, sejumlah film Indonesia lain yang masih tayang juga mengalami penurunan signifikan jumlah penonton harian.
Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, awal Ramadan kerap menjadi periode “dingin” bagi industri perfilman nasional, sebelum akhirnya kembali menggeliat mendekati libur Lebaran.
Kondisi ini tentu menjadi tantangan berat, terutama bagi film yang baru memulai masa tayangnya. Dengan angka pembuka di bawah 10 ribu, nasib layar dan jumlah show berpotensi terpangkas jika tren sepi berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Kini harapan ada pada strategi promosi, word of mouth, serta kemungkinan lonjakan penonton saat akhir pekan atau mendekati waktu berbuka puasa.
Apakah ketiga film ini mampu bangkit dan mengejar angka signifikan di pekan pertama? Atau justru harus rela tersisih di tengah lesunya pasar Ramadan? Waktu yang akan menjawab.




