Penulis: Fityan
TVRINews – Yerusalem
Mike Huckabee memicu kontroversi setelah menyebut Israel berhak memperluas wilayah dari Sungai Nil hingga Efrat.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, memicu perdebatan diplomatik setelah menyatakan dukungannya terhadap kemungkinan perluasan wilayah Israel di Timur Tengah.
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Huckabee menyebut bahwa Israel memiliki hak teologis atas tanah yang membentang luas di kawasan tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan Huckabee saat berbicara dengan komentator konservatif Tucker Carlson Jumat 20 Februari 2026.
Ketika ditanya mengenai batas geografis Israel berdasarkan interpretasi alkitabiah yang mencakup area antara Sungai Efrat di Irak hingga Sungai Nil di Mesir Huckabee memberikan jawaban yang mengejutkan.
“Akan baik-baik saja jika mereka mengambil semuanya,” ujar Huckabee, merujuk pada cakupan wilayah yang secara teknis akan meliputi Lebanon, Suriah, Yordania, hingga sebagian Arab Saudi.
Klarifikasi dan Hiperbola
Meskipun sempat memberikan persetujuan verbal terhadap gagasan ekspansi tersebut, Huckabee kemudian tampak menarik kembali pernyataannya dengan menyebutnya sebagai sebuah "pernyataan hiperbolis.
" Ia menekankan bahwa Israel saat ini tidak memiliki rencana atau keinginan untuk mengambil alih wilayah-wilayah tersebut.
Namun, ia tetap membuka ruang bagi kemungkinan ekspansi jika didasarkan pada skenario pertahanan diri.
"Jika pada akhirnya mereka diserang oleh tempat-tempat ini, dan mereka memenangkan perang tersebut, lalu mereka mengambil tanah itu, baiklah, itu adalah diskusi yang sangat berbeda," tambah Huckabee.
Benturan dengan Hukum Internasional
Pernyataan utusan Washington ini muncul di tengah ketegangan regional yang tinggi. Secara hukum internasional, prinsip integritas teritorial dan larangan akuisisi wilayah melalui kekuatan militer adalah pilar utama yang diakui sejak berakhirnya Perang Dunia II.
Pada tahun 2024, Mahkamah Internasional (ICJ) telah memutuskan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah tindakan ilegal.
Meski demikian, beberapa faksi politik di Israel, termasuk Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, secara terbuka pernah menampilkan peta "Israel Raya" yang mencakup wilayah negara tetangga.
Kritik Terhadap Lembaga Global
Selain membahas perbatasan, Huckabee juga melontarkan kritik tajam terhadap lembaga hukum internasional seperti Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan ICJ. Ia menuduh organisasi-organisasi tersebut telah menjadi "organisasi nakal" yang tidak lagi menerapkan hukum secara adil.
Huckabee menyatakan apresiasinya terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio yang mengambil sikap tegas terhadap lembaga-lembaga tersebut.
Hingga saat ini, Departemen Luar Negeri AS belum memberikan tanggapan resmi terkait apakah pandangan Huckabee ini mencerminkan kebijakan luar negeri AS secara keseluruhan atau merupakan pendapat pribadi yang berakar pada keyakinan religiusnya sebagai Zionis Kristen.
Editor: Redaksi TVRINews





