Penulis: Fityan
TVRINews - Jakarta
Jakarta Menjadi Tuan Rumah KTT April Mendatang
Indonesia resmi mengemban amanat sebagai Ketua Developing Eight (D-8) untuk periode 2026–2027. Kepemimpinan ini menandai kembalinya peran strategis Jakarta dalam memperkuat posisi tawar negara-negara berkembang di panggung ekonomi global.
Prosesi serah terima keketuaan tersebut dijadwalkan berlangsung dalam perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 yang akan digelar di Jakarta pada April mendatang.
Sebagai tuan rumah, Indonesia diprediksi akan membawa agenda besar mengenai resiliensi ekonomi di tengah ketidakpastian pasar internasional.
Fokus pada Kolaborasi Strategis
D-8 merupakan organisasi kerja sama ekonomi yang terdiri dari delapan negara dengan populasi Muslim yang signifikan, yakni Indonesia, Turki, Iran, Pakistan, Bangladesh, Malaysia, Mesir, Nigeria, dan Azerbaijan.
Sejak dibentuk pada tahun 1997, organisasi ini menitikberatkan pada integrasi sektor-sektor krusial.
"Melalui kepemimpinan ini, Indonesia mendorong penguatan kolaborasi ekonomi negara berkembang untuk memperluas peluang pasar, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan bersama," demikian bunyi pernyataan resmi yang di tulis di Instagram Badan Komunikasi Pemerintah, mengenai visi keketuaan Indonesia.
Indonesia sendiri bukan merupakan wajah baru dalam organisasi ini. Sebagai salah satu inisiator pendiri, Jakarta terus konsisten mengawal lima pilar utama kerja sama D-8, yaitu:
• Perdagangan dan investasi
• Pengembangan sektor industri
• Kedaulatan energi
• Ketahanan pangan
• Peningkatan kesejahteraan sosial
Dampak Global
Penunjukan ini terjadi di tengah upaya negara-negara berkembang untuk mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional dan memperkuat jalur perdagangan selatan-selatan. Dengan populasi gabungan yang mencapai lebih dari satu miliar jiwa, blok D-8 memiliki potensi pasar yang sangat besar bagi produk-produk unggulan dalam negeri.
Para analis memandang kepemimpinan Indonesia pada 2026–2027 sebagai momentum krusial untuk mengimplementasikan inovasi teknologi dalam rantai pasok antarnegara anggota, guna memastikan stabilitas ekonomi kawasan tetap terjaga.
Editor: Redaksi TVRINews




